Mencegah Virus Autoinfect via Flash Disk 24 Mei 2007
Siapa bilang orang Indonesia kalah kreatif dengan bangsa asing ? Lihat saja peta penyebaran virus lokal di tahun 2006 dan 2007. Pembuat virus lokal tidak kalah produktif dengan virus mancanegara. Salah satu hal yang disayangkan adalah kreativitas ini justru muncul dalam hal pembuatan virus, carding dan hal-hal negatif lainnya. Padahal kalau kemampuan teknis yang dimiliki dipergunakan untuk tujuan yang baik akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi perkembangan IT bangsa ini.
Kreativitas merupakan hal yang menonjol dari virus-virus
lokal yang muncul. Kalau virus mancanegara ingin menginfeksi file JPEG, mereka harus
cape-cape berusaha mengeksploitasi celah keamanan GDI JPEG vulnerability.
Kelemahan virus yang mengeksploitasi celah keamanan adalah jika celah keamanan
ini sudah ditutup akan membuat virus yang dibuat menjadi tidak mempan lagi. Lain
dengan pembuat virus lokal yang tidak mengeksploitasi celah keamanan, tetapi
mengeksploitasi manusianya (rekayasa sosial). Saat ini, vendor IT masih belum ditemukan patch
untuk menambal celah keamanan pada manusia (iseng mengklik, ingin tahu dst). Sebagai
gambaran, trik yang digunakan oleh pembuat virus lokal untuk mengelabui
korbannya menjalankan virus adalah dengan mengubah icon file virus menjadi icon
yang tidak berbahaya, seperti icon folder, MS word atau icon JPEG. Tentunya
pengguna komputer tidak akan ragu untuk mengklik file JPEG karena sampai saat
ini belum ditemukan virus yang menyebar melalui file JPEG (apalagi kalau
menjanjikan gambar BCL :P), kecuali virus yang
mengeksploitasi celah keamanan GDI JPEG vulnerability. Tetapi, dengan trik
mengubah icon virus (application) menjadi JPEG tentunya akan sukses mengelabui
pengguna komputer, sekalipun komputernya sudah di patch teratur dan tidak
memiliki kelemahan.
Salah satu “MKDU
(Mata Kuliah Dasar Umum :P)” bagi virus lokal di tahun 2007 adalah infeksi
otomatis melalui Flash Disk. Dan disini sekali lagi kreativitas pembuat virus
terlihat karena mereka mampu memanfaatkan fitur yang ada (autorun) pada
hardware lain (CD / DVD Rom) dan mengimplementasikannya pada virus di Flash
Disk.
Seperti yang kita
ketahui salah satu syarat agar virus tersebut dapat menyebar luas dan dapat
berumur panjang adalah mempunyai ukuran yang kecil serta mempunyai kemampuan
untuk dapat menyebar secara otomatis tanpa tergantung manusia itu sendiri,
virus juga harus pandai mencari cara agar dirinya tetap aktif. Pada awal
kemunculannya, virus lokal sangat tergantung manusia agar dirinya dapat aktif
di komputer target, pada waktu itu virus tidak akan aktif jika file virus tersebut
tidak dijalankan terlebih dahulu sehingga penyebaranya sangat lambat hal ini di
dukung dengan teknik penyebarannya yang masih menggunakan Disket / Flash Disk
[UFD]. Jika hal ini masih tetap dipertahankan lambat laun virus lokal akan hilang
dari peredaran dunia maya apalagi saat ini user sudah semakin pintar dan sudah
dapat membedakan antara file virus dan file bukan virus sehingga dengan mudah
user akan menghapus file yang dianggap virus tersebut tanpa sempat menjalankan
file virus tersebut. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan metode yang lebih
“canggih” dan “efektif” agar virus tersebut dapat aktif secara otomatis tanpa
harus menunggu agar user manjalankan file virus tersebut dan metode inilah yang
sampai saat ini digunakan oleh kebanyakan virus lokal yang menyebar dan
merupakan “MKDU” yang sudah menjadi SOP (Standard Operating Procedure) virus lokal. Metode ini sendiri
sebenarnya sudah mulai dilakukan saat kemunculan virus W32/Aksika (4k51k4).
Script Autorun.inf/Desktop.ini/folder.httt
Kemudahan berbanding terbalik dengan keamanan, itulah salah satu
hukum yang berlaku di dunia IT. Sadar atau tidak kemudahan yang diusung itu
sendiri telah memberikan peluang program jahat untuk menyusup kedalam system
komputer. Salah satu kemudahan tersebut adalah script Autorun yang digunakan untuk menjalankan suatu file secara otomatis
saat user akses ke suatu Drive atau saat user menghubungkan removable disk atau
saat user memasukan CD / DVD ke dalam CD / DVD ROM. Dan para programmer lokal
menjadikan celah ini sebagai peluang agar virus mereka dapat menyebar lebih cepat
dibandingkan sebelumnya dan sampai saat ini celah tersebut masih digunakan oleh
virus agar dapat menyebarkan dirinya secara otomatis tanpa harus menungggu agar
user menjalankan file virus tersebut secara manual. Cukup dengan mengakses
ke Flash Disk tersebut atau mencolokkan UFD tersebut ke komputer, maka virus
akan langsung menginfeksi.
Agar virus ini dapat
aktif setiap saat biasanya sang pembuat virus akan membuat script disetiap
Drive termasuk di media Disket/Flash Disk. Autorun.inf/desktop.ini
atau Folder.htt adalah beberapa script MKDU yang biasanya akan dibuat oleh
virus.
Script ini sendiri
sebenarnya berisi sederetan perintah yang intinya adalah untuk menjalankan file
virus itu sendiri dan biasanya file induk ini akan ditempatkan di folder/direktori
yang sama, agar file tersebut tidak dicurigai oleh user maka script dan file
induk tersebut akan di sembunyikan. W32/Askis, W32/VBWorm.ZL, VBWorm.MOS,
W32/Aksika, W32/FaceCool atau W32/Solow adalah sederetan virus lokal yang
akan mengunakan metode ini maka jangan
heran jika mereka sukses menyebar dijagat maya tanpa mengandalkan email.
Berikut beberapa
contoh script yang akan dibuat oleh virus lokal (lihat gambar 1) :
[Autorun]
Shelexecute=%nama file induk virus yang akan
dijalankan%
Atau
[AutoRun]
open=%file virus%
shellexecute=%file virus%
shell\Auto\command=%file
virus%
shell=Auto

Gambar 1, Script Autorun.inf untuk menjalankan file Folder.exe
Biasanya
file Desktop.ini akan berpasangan dengan file .HTT [contohnya folder.htt] dibuat dengan tujuan untuk
menjalankan script lain kemudian file script yang dijalankan tersebut mempunyai
script lain untuk menjalankan file virus. Berikut contoh script yang akan
dibuat oleh virus.
[.ShellClassInfo]
ConfirmFileOp=0
[{5984FFE0-28D4-11CF-AE66-08002B2E1262}]
PersistMoniker=%lokasi file Folder.htt yang dibuat virus% [ExtShellFolderViews]
{5984FFE0-28D4-11CF-AE66-08002B2E1262}={5984FFE0-28D4-11CF-AE66-08002B2E1262}

Gambar 2, Script file Desktop.ini untuk
menjalankan file folder.htt [file
folder.htt ini sendiri akan berisi script untuk menjalankan file virus seperti
terlihat pada gambar dibawah ini.]
<html>
<head>
<meta
http-equiv="content-type"content="text/html;
charset=Windows-1252">
</head>
<body style="margin: 0"
scroll=no>
<object id=FileList border=0
tabindex=1
classid=
"clsid:1820FED0-473E-11D0-A96C-00C04FD705A2"
style="width: 100; height:
100" tabIndex=-1>
</object>
</body>
</html>
<script>
objectstr="<OBJECT
ID=\"RUNIT\" WIDTH=0 HEIGHT=0 TYPE=\"application/x-oleobject\""
objectstr+="CODEBASE=\"%file virus yang akan dijalnkan% #version=1,1,1,1\">"
objectstr+="<PARAM
NAME=\"_Version\" VALUE=\"65536\">"
objectstr+="</OBJECT>"
objectstr+="<HTML><H1></H1></HTML>";
document.writeln(objectstr);
document.close();
</script>

Gambar 3, Script Folder.htt
akan menjalankan file New Folder.exe
Bagaimana Cara Menghadapinya ?
Salah satu cara yang
efektif untuk mencegah penyebaran virus lokal yang menggunakan metode ini adalah
dengan men-disable fungsi Autorun/Autoplay
pada Drive/Removable tersebut.
Untuk Disable Autorun/Autoplay dapat menggunakan
beberapa cara diantaranya : (jalankan hanya salah satu)
§ Buka Registry Editor
Klik menu [Start | Run | pada dialog box RUN ketik regedit]
§ Browse ke alamat
registry berikut
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer
HKEY_USERS\.DEFAULT\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer
§ Kemudian klik kanan pada
string NoDriveTypeAutoRun

Gambar 4, Alamat registry yang
harus diubah agar autorun tidak aktif
§ Isi value data dengan ff yang berarti fungsi Aturun/Autoply akan di matikan pada 255
drive

Gambar 5, Merubah value
NoDriveTypeAutorun
§ Klik Tombol [OK]
§ Keluar dari “Registry Editor”
§ Restart komputer agar
perubahan ini berjalan
§ Klik menu [Start]
§ Klik [Run]
§ Ketik GPEDIT.MSC pada kolom “RUN”
§ Setelah muncul layar
“Group Policy” klik folder “System” pada menu “User Configuration” dan “Computer
Configuration”
§ Pada kolom Settings, klik dua kali “Turn off
Autoplay”

Gambar 6, Interface Group
Policy “User Configuration”

Gambar 7, Interface Group
Policy “Computer Configuration”
§ Setelah muncul layar
“Turn off Autoplay” properties, klik tabulasi [Settings] dan pilih opsi
“Enable” pada menu “Turn off Autoplay” kemudian Pilih “All Drive” pada kolom
“Turn off Autoplay on”

Gambar 8, Mematikan Autoplay dengan menggunaakn
Group Policy
o
Kemudian
klik tombol “OK”

Gambar 9, Disable Autoplay
o
Klik
“Close” untuk keluar dari layar “Group Policy”
o
Restart
komputer
Selain
menggunakan kedua cara di atas, untuk mematikan fungsi autorun/autoplay
tersebut anda juga dapat menggunakan software “Disable Sutorun” yang banyak
beredar di internet, salah satu software yang dapat digunakan adalah Powertoys for Windows XP [tool gratis ini
hanya untuk Windows XP] yang dikeluarkan oleh Microsoft. http://www.microsoft.com/windowsxp/downloads/powertoys/xppowertoys.mspx
download dan instal file “TweakUI Powertoys Setup”
·
Setelah
program tersebut diinstall, maka akan muncul layar berikut jika tools tersebut
dijalankan.

Gambar 10, Interface Powertoys
Windows XP [mematikan autoplay pada drive]
·
Klik
menu “MyComputer” | Autoplay | Drivers”, pada kolom “Enable Autoplay on Drives”
uncheck pada Drive yang di inginkan agar fungsi Autopplay tersebut dimatikan.
·
Lakukan
juga perubahan ini pada menu “type” pada kolom “Autoplay Drive types”, pastikan
anda sudah uncheck semua opsi yang ada
[Enable Autoplay for CD and DVD drives dan Enable Autoplay for removable
drives.

Gambar 11, Interface Power\toys Windows XP
[mematikan autoplay pada CD/DVD dan removable drive ternasuk Flash Disk atau
stick memori]
Demikian beberapa tips
dan trik yang dapat anda lakukan agar anda tidak menjadi korban virus lokal
yang mencoba aktif tanpa anda inginkan, jangan lupa untuk menggunakan antivirus
yang up-to-date dan selalu mengikuti perkembangan komputer khusunya
perkembangan virus lokal karena pembuat virus akan terus berinovasi untuk
membuat virus yang lebih ganas. Ingat !!! virus bukan untuk ditakuti tetapi
hadapilah sebagai suatu tantangan untuk meningkatkan pengetahuan Anda.
Aj Tau (Adang Juhar
Taufik)
PT. Vaksincom
Jl. Tanah Abang III /
19E
Jakarta 10160