Kolaborasi Spam, Virus dan Spyware          15 Januari 2009

Artikel Chip September 2008

 

Indiana Jones and the Kingdom of the Crystal Skull merupakan contoh kolaborasi positif talenta besar dua jawara Hollywood bertangan dingin Steven Spielberg dan George Lucas dan menghasilkan film dengan teknik canggih. Di dunia virus, rupanya juga terjadi kolaborasi lintas bagian dimana penyebar spam memanfaatkan virus untuk menginfeksi komputer lalu menjadikannya sebagai server penyebar spam, sebaliknya pembuat virus dan spyware menggunakan email spam untuk mengirimkan email yang berisi link untuk mendownload virus / spam.

Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Kalau Sesame Street bilang “Two head is better than one”. Memang tidak dapat disangkal bahwa segala sesuatu kalau dikerjasakan bersama-sama hasilnya akan lebih baik daripada dikerjakan sendiri (dengan catatan ada manajemen yang baik). Apakah pepatah di atas selalu berakibat positif bagi kita semua ? Jawabannya adalah tidak. Apalagi jika pepatah di atas diterapkan oleh pembuat virus. Yang akan terjadi adalah bercerai saja sudah bikin pusing, apalagi bersatu. Salah satu virus yang lebih tepat disebut malware dan sedang aktif menyebar di seluruh dunia adalah W32/Agent.GPKB yang lebih dikenal dari email yang di kirimkan secara massal (spam) yang “menjanjikan” video nudis Anjelina Jolie (red. bukan Angelina Jolie). Dalam perjalanannya menyebarkan dirinya, virus ini bermetamorfosis menjadi varian lain W32/Dloader.ITOA dimana pada dasarnya codingnya adalah virus yang sama tetapi memiliki perbedaan pada pesan email yang dikirimkannya. Kesamaan dari kedua virus ini adalah tujuannya yang mempromosikan produk antivirus XP 2008 dan dalam kenyataannya lebih tepat disebut spyware yang memaksakan komputer korbannya untuk menginstal antivirus XP 2000 tersebut.

 

Spam

Malware ini memiliki 3 karakteristik, yaitu Spam, Virus dan Spyware. Sifat spam dimiliki karena malware ini menyebarkan dirinya dengan cara mengirimkan bom email dalam jumlah masif ke calon korbannya. Trik ini bahkan dilengkapi dengan beberapa teknik rekayasa sosial yang cukup canggih seperti link yang menjanjikan video porno Anjelina Jolie atau link yang menjanjikan berita terakhir CNN. Tetap jika di klik alih-alih film atau berita yang anda dapatkan, malahan komputer akan langsung terinfeksi spyware. Selain itu setiap pesan email yang dikirimkan juga sengaja diberikan atribut [SPAM] pada bagian depan Subyek email yang hebatnya ternyata mampu mengelabui banyak mailserver dan program antispam yang malah meloloskan email ini. Selain itu ada satu keunikan virus ini, khususnya untuk email yang mengandung “typo” atau kesalahan ketik. Kelihatannya seperti salah ketik dimana nama selebritis yang dimaksud tentunya adalah bintang Tomb Raider Angelina Jolie, tetapi dalam email tersebut jelas-jelas nama yang dimunculkan adalah Anjelina Jolie. Jika mailserver memblokir email dengan subyek dan body yang mengandung kata Angelina Jolie, tentunya email ini tidak akan ikut terblokir karena perbedaan “typo” tadi. (lihat gambar 1)

Gambar 1, Email virus Anjelina Jolie yang memanfaatkan beberap trik terkini guna mengelabui korbannya.

 

Ingat email spam yang menawarkan Viagra yang setelah diblok berusaha mengakali blokir dengan mengganti kata Viagra menjadi V1agra atau v-i-a-g-r-a. Bagi program antispam, Viagra, V1agra dan v-i-a-g-r-a merupakan tiga kata yang berbeda tetapi bagi manusia yang membaca akan mengerti bahwa yang dimaksudkan adalah Viagra dan hal itu memang yang ingin dituju oleh pengirim spam.

 

Spyware dan Virus

Sebenarnya batas antara spyware dan virus sudah sangat tipis. Walaupun secara definitif spyware adalah malware (kode jahat) yang pada awalnya bertujuan mengirimkan iklan-iklan yang tidak di inginkan ke seluruh pengguna internet dan guna mencegah dirinya dihapus oleh komputer korbannya spyware memiliki karakter sangat bandel, jika sudah nempel pada komputer ibarat cicak basah yang lengket di badan dan sangat sulit dilepaskan. Spyware memfokuskan infeksi pada browser populer seperti Internet Explorer dan Firefox. Hebatnya, pada beberapa rutinnya, beberapa aksinya malware ini tidak membutuhkan browser sehingga ia juga masuk ke dalam kategori virus.

 

Rekayasa Sosial

Satu lagi rekayasa sosial yang menarik dari virus ini adalah aksinya “mengelabui” pengguna komputer yang menjadi korbannya dimana ia akan menampilkan BSOD (Blue Screen of Death) palsu, sehingga korbannya akan berpikir bahwa komputernya bermasalah / hang. (lihat gambar 2).

Gambar 2, Blue Screen palsu yang akan ditampilkan oleh virus pada layar komputer guna mengelabui korbannya agar panik dan mudah diperdaya menginstal spyware.

 

Ibarat orang yang baru mengalami kebakaran rumah langsung mencari perlindungan asuransi kebakaran, tentunya setelah kebakaran tersebut ia menjadi takut dan rela membayar agak mahal sekalipun guna mengantisipasi kebakaran lagi. Virus ini juga memanfaatkan psikologi manusia dimana kebanyakan pengguna komputer yang awam sudah dipastikan akan panik jika menemui Blue Screen dan kemungkinan besar akan mencari-cari solusi untuk masalahnya. Sudah hampir pasti korbannya itu akan menerima dengan senang hati tawaran antivirus baru dan bagai “kerbau di cocok hidung” dengan mudah ia akan percaya untuk menjalankan suatu program yang “mengaku” anti spyware, meskipun sebenarnya program tersebut adalah virus / spyware.

 

Drive by download

Malware ini memanfaatkan fitur “drive by download” dan link palsu (forging). Tujuannya adalah supaya tidak mudah di deteksi oleh mailserver dan dapat menyebarkan dirinya secara masif dan mudah karena ukurannya kecil, hanya membutuhkan satu kali klik pada link atau URL yang disediakan di email maka penerima email akan langsung secara otomatis diarahkan ke situs yang kemudian akan secara otomatis “mengarahkan” browser untuk mendownload dan menjalankan file virus, dalam hal ini file dengan nama “video-nude-anjelia.avi.exe yang tentunya di kira sebagai file video, tetapi kenyataannya file tersebut adalah virus. (lihat gambar 3).

Gambar 3, File virus yang menyaru sebagai file video nude Angelina Jolie

 

Metode “drive by download” memang terbukti efektif dalam menyebarkan virus dimana salah satu kelebihan metode ini adalah pembuat virus ini memiliki kemampuan seperti antivirus untuk mengupdate virusnya (jika virus tersebut sudah di deteksi oleh antivirus), caranya adalah dengan mengubah kompresi virus dan mengupload virus tersebut ke situs-situs yang dituju oleh email yang mengandung link “drive by download” tersebut.

Taknik penyebaran virus dengan email text base yang memanfaatkan fitur “drive by download” ini dapat diatasi jika kita mengetahui situs-situs apa saja yang mengandung file bervirus dan melaporkan hal tersebut kepada pengelola situs yang pada umumnya cukup kooperatif dan dalam waktu singkat akan menghapus file yang di”titip”kan oleh pembuat virus. Tetapi masalahnya adalah pembuat virus akan mencari lagi situs-situs lain untuk menaruh filenya. Jadilah hal ini seperti permainan kucing-kucingan. Salah satu cara yang cukup efektif dalam memblok virus ini adalah melakukan blokir atas nama file seperti “video-nude-anjelina.avi.exe” tetapi metode ini hanya bersifat jangka pendek / darurat jika terjadi penyebaran luar biasa dari spam karena dengan mudah pembuat virus dapat mengganti nama file virus yang di download melalui “drive by download” ini.

Cara yang paling umum digunakan dan cukup efektif (meskipun tidak ada yang berani menjamin 100 % efektif) adalah menggunakan program antivirus yang terupdate setiap hari dan dapat mendeteksi virus baru dengan scanning pada file yang ingin di download.

 

Norman Security Suite mendeteksi Anjelina sebagai W32/Agent.GPKB

 

Salam,

Aa Tan

 

info@vaksin.com

 

PT. Vaksincom

Jl. Tanah Abang III / 19E

Jakarta 10160

 

Ph : 021 345 6850

Fx : 021 345 6851