|
Mega Test 5 Tools Conficker Network Detection 29 April 2009 Seiring dengan
maraknya Swine Flu (Flu Babi) yang menyerang manusia dan menurut WHO sudah pada
taraf kegentingan 4, bandara di seluruh dunia langsung bersiaga memantau para
penumpang dari Meksiko dan Amerika Serikat. Kalau di dunia komputer yang
menjadi sumber penyebaran virus adalah file yang terinfeksi virus, maka di
dunia nyata, yang terinfeksi virus dan menjadi sarana penyebaran virus adalah
manusia. Karena itu bandara menerapkan scanning atas penumpang yang dicurigai
mengidap flu dengan menggunakan scanner suhu tubuh karena pengidap flu (apapun
jenisnya) pasti mengalami peningkatan suhu tubuh karena badannya bereaksi atas
adanya virus asing yang masuk. Sebenarnya prinsip di dunia komputer juga sama,
kalau bandara menggunakan scanner suhu tubuh maka “bandara” di internet adalah
router-router dan aplikasi yang digunakan bukan scanner tubuh manusia melainkan
Firewall. Tetapi ada satu keunggulan yang dimiliki oleh dunia IT dibandingkan
dunia manusia (jika dibandingkan) saat ini, dimana pada dunia manusia tidak
mungkin (sangat sulit dan mahal) untuk dapat memantau seluruh manusia di satu
kota dan menentukan siapa saja yang terinfeksi flu. Kalau di dunia IT kita bisa
menggunakan scanner khusus untuk mendeteksi komputer mana saja yang terinfeksi
virus sehingga dapat dilakukan antisipasi yang cepat dan efektif untuk
menghadapi masalah virus. Setelah melakukan test terhadap
beberapa tools untuk membasmi Conficker, langkah berikutnya
yang paling krusial jika anda administrator jaringan adalah mengidentifikasi komputer
mana saja yang terinfeksi virus dan berusaha menyebarkan virus. Karena itu, Vaksincom
melakukan
pengetesan terhadap tools untuk mendeteksi komputer di jaringan yang terinfeksi Conficker dan berusaha melakukan
penyebaran terhadap komputer dalam jaringan. Jika kita hanya melakukan
pembersihan terhadap satu komputer saja tentu tidak masalah, tetapi bagaimana
jika dalam jaringan anda terinfeksi komputer tetapi anda tidak tahu komputer
mana yang terinfeksi, karena terkadang komputer yang menginfeksi jaringan
kita tidak terduga-duga, misalnya komputer notebook yang sering dibawa pulang
oleh pimpinan atau bagian yang sering dinas luar. Selain itu, jika kita
memvonis komputer tertentu terinfeksi virus, tentunya kita harus memiliki
bukti. Conficker dan gejala (dalam jaringan....) Jika pada mega test sebelumnya
dijelaskan gejala conficker pada komputer tsb, maka kali ini
kita harus mengatahui apa dampak conficker pada jaringan, sebagai berikut : ü Berusaha
mendownload dan mencoba akses pada 250 domain (conficker B) atau 50.000
domain (conficker C) yang random. Berikut beberapa domain yang random tsb : aaidhe.net barhkuuu.cn cfhlglxofyz.biz dtosuhc.org elivvks.info fsrljjeemkr.cc gbmkghqcqy.ch hudphigb.net iqrzamxo.ws jjhajbfcdmk.com dst.................. ü Berusaha
akses ke beberapa domain yang umum untuk mengecek waktu saat ini. Beberapa
domain tsb yaitu : baidu.com google.com yahoo.com msn.com ask.com w3.org aol.com cnn.com ebay.com msn.com myspace.com facebook.com rapidshare.com ü Pada dasarnya
virus ini berusaha melakukan penyebaran melalui default
share windows menggunakan port 445, tetapi selain itu Conficker juga menggunakan
port 1024 s/d 10000 untuk melakukan penyebaran pada jaringan komputer. The Tools, Conficker Network Detection... Dari beberapa tools yang ada, Vaksincom melakukan pengetesan beberapa tools yang familiar dan sering
digunakan. Tools tsb dikeluarkan oleh beberapa vendor security untuk membantu
mempermudah deteksi dari serangan Conficker pada jaringan anda. Berikut beberapa tools yang tersedia
sebagai berikut : 1)
Wireshark Wireshark/Ethereal
merupakan salah satu dari sekian banyak tools
Network Analyzer yang banyak digunakan oleh Network administrator
untuk menganalisa kinerja jaringannya dan juga merupakan
tools andalan Vaksinis (teknisi Vaksincom). Wireshark banyak
disukai karena interfacenya yang menggunakan Graphical User Interface (GUI)
atau tampilan grafis. Wireshark mampu menangkap paket-paket data/informasi yang
berseliweran dalam jaringan yang kita “intip”. Semua jenis paket informasi
dalam berbagai format protokol pun akan dengan mudah ditangkap dan dianalisa.
Tools ini tersedia di berbagai versi OS, seperti Windows, Linux, Macintosh,
dll. Pada awal kemunculan
dan perkembangan Conficker, tools ini merupakan “pelopor” tools yang digunakan
oleh beberapa vendor security untuk menganalisa paket-paket data/informasi
dalam jaringan dari serangan Conficker. Anda dapat mendownload wireshark pada
alamat http://www.wireshark.org/download.html. Pada saat instalasi,
perhatikan untuk mengaktifkan dan menginstall plugin MATE (Meta
Analysis Tracing Engine), karena secara default belum diaktifkan.
Plugin ini dapat berfungsi untuk memfilter seluruh paket-paket data dari
berbagai protocol yang lewat dalam jaringan. Selain itu dalam proses instalasi
juga disertakan WinPcap. Lakukan instalasi WinPcap, WinPcap merupakan driver
yang digunakan untuk membaca dan mem-filter lalu lintas paket data/informasi
yang lewat. (lihat gambar 1)
Gambar 1, Wireshark in action Untuk penggunaannya
cukup mudah, pada saat anda menjalankan Wireshark, pilih saja tab Capture kemudian
pilih list Interfaces. Pada pilihan capture interfaces, pilih yang
sesuai dengan jaringan LAN/Ethernet card anda kemudian klik tombol start. Wireshark juga memiliki kemampuan untuk melakukan scan komputer antar
segmen. Untuk deteksi
Conficker, lakukan filter dengan protocol NBNS (NetBIOS Name Service)
kemudian perhatikan info yang diberikan, umumnya NBNS akan membaca hostname
komputer tetapi jika NBNS membaca selain hostname komputer dalam hal ini adalah
domain-domain yang dituju oleh Conficker, maka source IP tsb merupakan komputer
yang terinfeksi dan berusaha untuk menyebarkan dan mengupdate dirinya. 2)
Nmap Nmap (Network Mapper) merupakan salah satu tools eksplorasi
jaringan, dan secara eksklusif menjadi salah satu andalan yang sering digunakan
oleh administrator jaringan. Dengan Nmap kita dapat melakukan penelusuran ke
seluruh jaringan dan mencari tahu service apa yang aktif pada port yang lebih
spesifik.
Nmap merupakan salah satu tools yang paling banyak
digunakan untuk melakukan scanning jaringan dan terkenal sebagai tool yang
multi platform, cepat dan ringan. Nmap berjalan pada
semua jenis OS, baik mode console maupun grafis. Hebatnya lagi, tidak seperti
Wireshark, Nmap juga melakukan scanning pada celah keamanan MS08-067 yang di
eksploitasi oleh Conficker sehingga dapat membantu administrator menentukan
komputer mana saja yang masih memiliki celah keamanan yang dapat dieksploitasi
oleh Conficker. Selain itu, Nmap juga memiliki satu keunggulan yang mungkin
membuat administrator jaringan besar jatuh cinta, ia dapat melakukan scanning
komputer antar segmen. Terhadap kemunculan dan perkembangan Conficker, Nmap dengan bantuan
source code dari Tillman Werner dan Felix Leder dari The Honeynet
Project, telah merilis versi baru dengan tambahan fitur deteksi terhadap
komputer yang terinfeksi Conficker. Anda dapat mendownload versi terbaru pada
alamat http://nmap.org/download.html. Proses instalasi Nmap cukup mudah, sama halnya seperti wireshark, Nmap
juga melakukan instalasi terhadap WinPcap (jika belum terinstall). Jika sudah
terinstall WinPcap, biasanya akan terjadi error dan proses instalasi WinPcap
sebaiknya di lewatkan saja. (lihat gambar 2)
Gambar 2, NMAP yang juga mampu
memantau jaringan tidak kalah dari Wireshark Untuk penggunaannya, baik mode console maupun GUI, kita tetap
menggunakan perintah command. Penggunaan command untuk mendeteksi Conficker ada
2 cara : -
Scan jaringan dengan membaca port 139 & 445 (lebih
cepat) : nmap -p 139,445 -T4 --script
p2p-conficker,smb-os-discovery,smb-check-vulns --script-args
checkconficker=1,safe=1 192.168.1.1/24 (contoh dengan jaringan IP
192.168.1…..) -
Scan jaringan dengan membaca seluruh port yang
digunakan Conficker (agak lambat) : nmap -p - -T4 --script p2p-conficker,smb-os-discovery,smb-check-vulns
--script-args checkall=1,safe=1 192.168.1.1/24 (contoh dengan jaringan IP
192.168.1….) 3)
Retina Network Security Scanner
(Conficker Worm) Walaupun agak terlambat dan diluncurkan menjelang 1 April 2009, sebagai
salah satu vendor keamanan komputer, eEye Digital Security juga ikut
meluncurkan tools khusus dan gratis untuk mendeteksi keberadaan Conficker dalam
jaringan.
Tools ini didesain untuk mendeteksi keberadaan
Conficker dan sekaligus mendeteksi vulnerability windows tsb dari celah
keamanan Windows Server Service (patch MS08-067). Anda dapat mendownload tools
ini pada alamat http://www.eeye.com/html/downloads/other/ConfickerScanner.html.
Proses instalasi sangat mudah dan cepat, anda cukup menjalankan file
instalasi yang dilanjutkan perintah-perintah selanjutnya hingga selesai. (lihat
gambar 3)
Gambar 3, Eeye yang merupakan
pakar vulnerability Windows meluncurkan Retina Scanner untuk Conficker. Bagi pengguna umum, tools Retina dari Eeye relatif lebih mudah dibandingkan
Wireshark dan Nmap, saat anda menjalankan tools ini anda dapat langsung memilih
target yang diinginkan baik single IP maupun dengan range IP. Jika sudah, anda
dapat langsung klik tombol scan. Jika sudah selesai akan muncul box pesan tanda
selesai. Hasil dari scan tsb terdapat 4 kategori yaitu : -
Not Tested (biasanya dikarenakan port 445 tertutup/disable, sehingga tidak bisa
scan) -
Infected (komputer terdeteksi terinfeksi Conficker) -
Patched (komputer bersih dan sudah di patch MS08-067) -
Vulnerable (komputer bersih tetapi belum di patch, rawan terinfeksi Conficker) Sayangnya tools ini hanya membaca port 139 dan 445, sehingga sangat
sulit jika komputer yang terinfeksi tidak mengaktifkan port tsb (File and Printer
Sharing). Selain itu, Retina tidak dapat melakukan scanning antar segmen
dan juga tidak memantau port 1024 – 10.000 yang di eksploitasi oleh Conficker. 4)
SCS (Simple Conficker Scanner) Tools simple dan canggih buatan Tillman Werner dan Felix Leder
dari The Honeynet Project, yang pada saat awal diluncurkan banyak
digunakan oleh Vaksincom untuk mendeteksi IP – IP ISP Indonesia yang terinfeksi
Conficker ini menjadi rujukan beberapa vendor untuk membuat tools sejenis.
Mereka membuat tools conficker network scanner dari bahasa Python yang kemudian
beserta source code-nya dipublish secara bebas. Tercatat beberapa vendor
seperti Nmap, eEye dan Foundstone menggunakan source code yang kemudian di
compile dan dijadikan plugin tools masing-masing vendor untuk digunakan
mendeteksi conficker. Tools ini dapat didownload pada alamat http://www.4shared.com/get/95921961/d7727fab/scs.html
. SCS tidak perlu diinstall, anda hanya perlu akstrak pada folder/drive
yang anda tentukan saja. Tetapi untuk menjalankan SCS anda perlu meng-install Nmap.
Hal ini dikarenakan SCS membutuhkan driver paket monitoring data. (lihat gambar
4)
Gambar 4, Simple Conficker
Scanner yang simple tetapi canggih Untuk penggunaannya, SCS menggunakan mode console atau command prompt.
Pada mode command prompt, pindah pada folder scs kemudian ketik perintah
berikut : “scs [IP_Awal] [IP Akhir]” , contoh : C:\scs>scs 192.168.1.1
192.168.1.255 Sama seperti Retina, SCS hanya membaca port 139 dan 445 saja. 5)
Conficker Detection Tool (MCDT) Melalui salah satu divisi-nya yaitu Foundstone, McAfee ikut
merilis salah satu tools network untuk mendeteksi keberadaan conficker. Tools yang juga menggunakan source dari Tillman Werner dan Felix
Leder dari The Honeynet Project, merupakan pengembangan dari team Foundstone
yang didesain untuk mendeteksi keberadaan komputer yang terinfeksi conficker,
dan telah dipublish secara gratis. Anda dapat mendownload pada alamat http://www.mcafee.com/us/enterprise/confickertest.html
. Tools ini tidak perlu diinstall, anda hanya perlu ekstrak pada direktori
/ drive yang anda tentukan saja. (lihat gambar 5)
Gambar 5, Conficker Detection
Tool in action Untuk penggunaannya pun cukup mudah, saat anda menjalankan tools ini
anda dapat langsung memilih range target yang diinginkan. Bahkan anda dapat
melakukan scanning jika terdapat beberapa segmen pada jaringan komputer anda,
hal ini yang tidak terdapat pada Retina. Tetapi sayangnya tools ini tidak
melakukan pemeriksaan pada celah keamanan MS08-067 yang di eksploitasi
Conficker seperti Nmap dan Retina. Berbeda dengan Retina, tools ini memiliki 3
kategori hasil scan yaitu : -
INFECTED (komputer terinfeksi conficker) -
Not infected (komputer bersih atau tidak terinfeksi) -
Not tested (biasanya dikarenakan port 445 tertutup/disable, sehingga tidak bisa
scan) Sama seperti halnya Retina dan SCS, tool ini hanya membaca port 139 dan
445 (File Printer Sharing) dan tidak melakukan pemantauan atas port 1024
– 10.000 yang di eksploitasi oleh Conficker. Hasil Perbandingan..... Dari beberapa
tools tsb, kami me-review dan membuat tabel perbandingan-nya sebagai berikut :
Dari hasil pengujian yang dilakukan oleh lab Vaksincom, terlihat bahwa tidak ada tools yang sempurna. Masing-masing tools memiliki kelebihan
dan kekurangannya masing-masing. Nmap walaupun memiliki fitur yang paling
lengkap tetapi memiliki kelemahan pada sisi penggunaan yang masih menggunakan
command dan kecepatan scan yang lambat dibanding tools yang lain. Sementara MCDT
merupakan tools yang sangat simple tanpa instalasi serta proses scan cukup
cepat memilki kelemahan tidak dapat berfungsi dengan baik jika port 445
ditutup/disable (File and Printer Sharing di non aktifkan) dan tidak
melakukan pemeriksaan pada celah keamanan MS08-067 yang dieksploitasi oleh
Conficker. Salam, Aa Tan dan Ad Sap PT. Vaksincom Jl. Tanah Abang III /
19E Jakarta 10160 Ph : 021 345 6850 Fx : 021 345 6851 |