MS 04-028, GDI+ JPEG Vulnerability 23 September 2004 Celah keamanan yang memungkinkan file JPEG menyebarkan virus
Bulan September tampaknya mempunyai magnit tersendiri untuk munculnya virus baru dan berbahaya, setelah duet Nimda dan CodeRed pada tahun 2001 yang disusul oleh Yahaa dan Bugbear pada tahun 2002 lalu aksi Blaster dan Sobig.F pada September 2003, maka pada tanggal 14 September 2004 muncul kabar "seram" yang mengguncangkan para praktisi keamanan khususnya industri antivirus pengguna internet. Celah keamanan yang memungkinkan virus menginfeksi komputer anda dengan hanya dengan melihat gambar berformat jpeg telah ditemukan, dan tidak tanggung tanggung celah keamanan tersebut terkandung pada OS (Operating System) dan aplikasi Windows. Dimana walaupun anda sudah melakukan patch OS anda dan belum melakukan patch pada aplikasi maka celah keamanan tersebut tetap akan berhasil dieksploitasi. Jika membuat Sasser membutuhkan waktu kurang dari 1 bulan setelah pengumuman celah keamanannya, kami menunggu dengan was-was dan diperkirakan dalam waktu yang sangat dekat virus yang mengeksploitasi celah keamanan ini akan muncul. Para vendor antivirus juga blingsatan setengah mati karena selama ini tidak memasukkan file jpeg sebagai daftar file yang berbahaya dan perlu diwaspadai.
Informasi Teknis Sumber permasalahan ada pada Microsoft GDI+ (Graphics Device Interface) JPEG (Joint Photographic Experts Group), dimana GDI+ ini merupakan komponen Microsoft yang digunakan untuk memproses gambar dan grafik pada aplikasi dan program. Terjadi kesalahan pada komponen GDI ini dalam memproses file JPEG sehingga file JPEG yang datang dalam bentuk yang telah direkayasa sedemikian rupa akan mengakibatkan Buffer Overflow dan hal ini akan memungkinkan bagi pembuat virus untuk menjalankan kode yang telah dipersiapkan terlebih dahulu pada komputer korban dan sebagai akibatnya, komputer yang menjalankan (membuka) file JPEG tersebut secara teknis akan bisa dikuasai karena kode yang dijalankan bisa apa saja termasuk menghapus data, menambah akses baru atau menjalankan program lain yang telah dipersiapkan terlebih dahulu.
Aplikasi apa saja yang rentan Jika celah keamanan LSASS dan RPC Dcom yang memungkinkan Sasser dan Blaster "hanya" mampu menyerang OS Windows seperti Win XP, 2000, NT dan 2003 maka celah keamanan GDI+ ini mempunyai cakupan yang jauh lebih besar, boleh dikatakan celah keamanan yang sangat berbahaya dan cakupannya (termasuk) paling luas, dari Operating System seperti Windows 2000, XP dan 2003, sampai aplikasi yang sangat populer seperti Microsoft Office XP, MS Office 2003 dan tidak ketinggalan browser yang paling populer sejagad Internet Explorer 6 SP 1.
Untuk lebih lengkapnya, beberapa OS dan aplikasi yang mengandung celah keamanan GDI + ini adalah sebagai berikut :
Operating System
Aplikasi
Sedangkan aplikasi yang tidak rentan secara "default" (rentan sejak pertama kali instal) adalah sebagai berikut :
Operating System
Aplikasi
PENTING !!
Bagaimana cara mengatasinya Bagi anda yang menggunakan aplikasi dan OS yang kami sebutkan di atas, kami "sangat" sarankan untuk mengupdate sistem anda segera. Untuk informasi detail silahkan akses ke : http://www.microsoft.com/technet/security/bulletin/MS04-028.mspx dan lakukan download sesuai dnegan konfigurasi sitem yang anda miliki.
Bagi semua pelanggan Vaksincom, patching akan diberikan secara gratis oleh PT. Vaksincom pada kunjungan rutin bulanan dan untuk mendapatkan kunjungan patching Gratis "segera" oleh teknisi Vaksincom silahkan melakukan koordinasi dengan bagian Customer Service ibu Dewi.
PT. Vaksincom mengeluarkan peringatan kepada seluruh pengguna internet Indonesia untuk berhati-hati karena menurut pemantauan kami, POC (Proof of Concept) atas eksploitasi GDI+ ini sudah berhasil dan beredar di internet. Diperkirakan dalam waktu yang tidak terlalu lama virus yang berhasil mengeksploitasi celah keamanan ini akan beredar.
salam, Alfons Tanujaya (AAT) PT. Vaksincom Gedung Rifa lt. IV Prof. Dr. Satrio blok C4 / 6-7 Jakarta 12950 Telp : 62-21-526 -787 / 752 Email : info@vaksin.com |