SCAM yang tahu password rahasia anda

Alfons Tanujaya • October 4, 2018

Eksploitasi Big Data untuk pemerasan

Kasus Cambridge Analytica merupakan teknik piawai dalam mengolah dan memanfaatkan data yang bagi kebanyakan orang tidak berguna, namun di tangan yang tepat data tersebut terbukti memengaruhi hasil pemilihan presiden di negara adidaya.

 

Eksploitasi yang serupa terjadi pada spam email 2 minggu terakhir ini, kepiawaian memanfaatkan data yang bagi kebanyakan orang tidak berguna ternyata menimbulkan kepanikan pada banyak penerima email, sekalipun pengguna email tersebut termasuk dalam pengguna yang cukup kawakan. Jika anda menggunakan layanan email server yang cukup mumpuni seperti Gmail, kemungkinan scam ini sudah terdeteksi dan dihentikan sebelum masuk ke Inbox anda (lihat gambar 1). Namun jika scam tersebut berhasil masuk, isinya dijamin minimal akan membuat penerimanya terperanjat (apalagi bagi penggemar film dewasa :p) karena “kata kunci” yang selama ini anda rahasiakan dan anda gunakan, termasuk aktivitas rahasia anda ternyata telah diketahui oleh pengirim scam.

Email scam yang mengetahui password yang anda gunakan

 [Terjemahanbebas]

 

Saya mengetahui password saudara, password saudara adalah*******. Langsung saja ke inti masalah. Saudara mungkin tidak mengenal saya dan saudara bertanya-tanya mengapa mendapatkan email ini. Tidak ada orang yang membayar saya untuk melacak saudara.

 

Sebenarnya, saya menempatkan software pada situs videoklip dewasa dan saudara tahu ? Saudara mengunjungi situs tersebut untuk bersenang-senang (kamu tahu apa yang kumaksudkan). Ketika saudara menonton video tersebut, peramban saudara mulai berfungsi sebagai Remote Kontrol dengan pencuri password yang memberikan saya akses pada layar dan kamera saudara. Setelah itu, program mengambil semua kontak dari messenger, media sosial dan email saudara. Kemudian saya membuat video dengan dua layar. Bagian pertama menampilkan video yang saudara lihat (selera saudara tidak jelek juga lhoo) dan bagian kedua menampilkan muka saudara.

 

Sekarang saudara memiliki 2 pilihan :

 

PERTAMA

 

Cuekin email saya dan saya akan mengirimkan semua materi tentang anda ke semua kontak personal anda sehingga anda bisa membayangkan bagaimana pandangan orang terhadap anda.

 

KEDUA

 

Bayar saya $7000. Katakanlah ini donasi. Saya akanmenghapus semua video kamu. Anda akan kembali ke kehidupan rutin seakan hal ini tidak pernah terjadi dan anda tidak akan pernah mendengar apapun dari saya kembali…..

 

[TerjemahanBebas]

 Kehebatan dariscam ini adalah kemampuannya untuk mengirimkan scam yang unik dan hanya cocok untuk alamat email yang menerima scam. Dapat dipastikan scam ini dikirimkan dalam jumlah yang masif dan tetap unik. Dimana letak keunikannya ?

 

Keunikannya adalah pasangan email dan password yang memang sesuai dengan kenyataan dimana password tersebut memang digunakan oleh pemilik email tersebut. Jika data tersebut tidak akurat dan password yang di klaim diketahui oleh penyebar scam tidak sesuai dengan password yang digunakan oleh penerima email, maka efek kejutnya tidak akan besar dan korbannya tidak akan terkejut atau terpana seperti kerbau dicocok hidung mengikuti perintah pembuat scam. (lihat gambar 2)

Pengiriman Scam yang memanfaatkan data email dan password yang valid bertujuan memeras korban

Dipersiapkan dengan serius

 

Email scam inidipersiapkan dengan sangat serius dan kemungkinan besar ada program khusus untuk memproduksi scam ini dimana pembuat scam hanya tinggal memasukkan data yang valid (email dan password) dan secara otomatis program akan membuat email dengan narasi yang telah dipersiapkan termasuk 1 alamat bitcoin yang unik untuk setiap penerima email untuk menerima uang hasil pemerasan jika korbannya termakan oleh scam ini. Hal ini menunjukkan kepiawaian dalam pengelolaan BigData yang disalahgunakan untuk tujuan pemerasan.

 

Antisipasi

Lalu jika benar password yang dikirimkan melalui email tersebut adalah password yang sedang /pernah anda gunakan, apa yang dapat anda lakukan untuk mengantisipasi kerugian dari hal ini ?

 

  1. Jangan menggunakan password yang sama pada layanan yang berbeda. Dari kasus ini tentunya anda sudah belajar kalau password di salah satu platform diketahui, maka semua akun anda akan bisa dikuasai oleh peretas.
  2. Gunakan password manager sehingga anda tidak perlu mengingat banyak password dan hanya perlu mengingat 1 password master program password manager yang akan mengingat semua password anda seberapapun rumitnya. Untuk memperlancar akses, simpan database password anda dalam kondisi terenkrip di cloud sehingga koleksi password anda bisa diakses dari manapun dengan mudah dan tetap aman.
  3. Aktifkan TFA Two FactorAuthentication / OTP One Time Password untuk melindungi akun dan aset digital anda.
  4. Gunakan password yang unik dengan kombinasi cukup rumit untuk mempersulit bruteforce. Jangan pernah mendaur ulang password yang sama.
  5. Jika anda ingin melacak sejarah password anda, simpan password yang pernah dipakai pada bagian note di Password Manager. Sehingga ketika ada yang berpura-pura mengetahui password anda, anda bisa mengetahui dengan persis dari aplikasi mana dia mengetahui password anda.

Dan sebagai penutup, menjawab rasa penasaran anda darimana pembuat Scam ini mengetahui password anda. Sebagai informasi menurut catatan Vaksincom password pada gambar 1 dan 2 tersebut di ataspernah digunakan pada layanan Linked In dan seperti kita ketahui ratusan juta kredensial Linked In (username dan password) pernah bocor pada bulan Mei 2016 dan tersebar ke publik dan dengan mudah di dapatkan dari Paste bin (lihat gambar 3). Jadi lain kali jangan mudah percaya kalau ada yang mengklaim kalau mereka memiliki dataanda sedang menonton film dewasa, kecuali ….. email tersebut menyertakan bukti foto anda sedang menonton film dewasa.

Ratusan juta kredensial pengguna Linked in bocor dan disebarkan di dark web.

Lampiran contohscam dalam bahasa Inggris.

 

[Password email scam]

 

konekin03 is your passphrase. Lets get directly topurpose. You don't know me and you are probably thinking why you're getting this e mail? Neither anyone has compensated me to investigate you.

 

actually, I placed a malware on the xxx video clips (pornography) web-site and guess what, you visited this web site to have fun (you know what I mean). While you were watching videos, your internet browser began operating as a RDP having a key logger which provided me with access toyour screen and web camera. Right after that, my software program gathered every one of your contacts from your Messenger, social networks, as well as e-mail . And then I made a video. 1st part shows the video you were watching (you've got a good taste haha . . .), and second part displays the view of your web cam, yeah it is u.

 

You actually have just two options. Shall we read each one of these possibilities in aspects:

 

1st solution is to just ignore this email message. In such a case, I most certainly will send out your video to each one of your personal contacts and you can easily imagine about the humiliation you experience. And definitely should you be in a loving relationship, just how it will affect?

 

Next alternative should be to compensate me $5000. Let us describe it as a donation. Subsequently, I will instantly remove your video tape. You will carry on your way of life like this never took place and you will not ever hear back again from me.

 

You'll make the payment via Bitcoin (if you do not know this, search "how to buy bitcoin" in Google).

 

BTC Address to send to:1Fu8FAqMi3QU1iNkwMHUHtDocoVQvGT2wi

 

[CASE SENSITIVE copy & paste it]

 

If you have been curious about going to the authorities, okay, this e-mail cannot be traced back to me. I have covered my moves. I am just not attempting to charge you a whole lot, I simply prefer to be paid for.

 

You now have one day in order to pay. I have a special pixel within this email, and at this moment I know that you have read through this e-mail. If I don't receive the BitCoins, I will, no doubt send out your video recording to all of your contacts including friends and family, coworkers, and many others. Nevertheless, if I receive the payment, I will erase the recording right away. If you really want evidence, reply with Yes & I will send out your video to your 7 contacts. It is a non negotiable offer, and so please do not waste my personal time and yours by replying to this mail.

 

[End of password email scam]

Salam,
Alfons Tanujaya

[email protected]


PT. Vaksincom
Jl. R.P. Soeroso 7AA
Cikini

Jakarta 10330
Ph : 021 3190 3800


Website : http://www.vaksin.com
http://www.virusicu.com
Fanpage :
www.facebook.com/vaksincom
Twitter : @vaksincom

Vaksincom Security Blog

By Alfons Tanujaya March 5, 2026
Banyak analis global menyebut data sebagai “the new oil”. Bukan tanpa alasan. Di era digital, data telah menjadi komoditas ekonomi paling strategis di muka bumi. Namun sering muncul pertanyaan sederhana: jika data begitu berharga, mengapa kita yang memiliki banyak data di komputer atau ponsel tidak otomatis menjadi kaya? Jawabannya sederhana. Memiliki data tidak sama dengan mampu mengolahnya. Ini ibarat seseorang memiliki tanah yang mengandung minyak bumi. Ia tidak serta-merta menjadi kaya raya. Minyak itu harus dieksplorasi, dibor, dimurnikan, lalu didistribusikan sebelum memiliki nilai ekonomi. Data pun demikian. Di tangan pihak yang mampu mengolahnya dengan teknologi dan analitik yang tepat, data berubah menjadi nilai ekonomi luar biasa. Perusahaan teknologi global seperti Meta, Microsoft, Alphabet Inc., Amazon, TikTok, hingga platform digital nasional seperti Tokopedia dan Gojek memanfaatkan data untuk menciptakan layanan yang semakin presisi dan bernilai tinggi. Dalam bentuk yang lebih kompleks, kumpulan data dalam skala besar (big data) yang diolah dengan kecerdasan buatan telah menjadi fondasi perkembangan Artificial Intelligence (AI). Data kini bukan hanya mendukung layanan digital, tetapi menjadi “tambang emas” bagi inovasi generasi berikutnya. Namun, di tangan yang tidak memahami cara mengelola dan melindunginya, data justru bisa menjadi beban — bahkan menjadi sumber bencana. Pengelolaan Data: Antara Berkah dan Amanah Karena data sangat bernilai, ia juga sangat rentan disalahgunakan. Data kependudukan, data pelanggan, rekam medis, data transaksi keuangan — semuanya memiliki konsekuensi serius jika bocor. Pengelolaan data bukan lagi sekadar praktik teknis, tetapi kewajiban hukum. Sejak disahkannya Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, setiap pengendali dan pemroses data di Indonesia memiliki tanggung jawab yang jelas, termasuk kewajiban menjaga keamanan dan kerahasiaan data. Kunci pengelolaan data sebenarnya sederhana: disiplin menjalankan standar . Standar internasional seperti ISO/IEC 27001 memberikan kerangka kerja sistem manajemen keamanan informasi. Di sektor kesehatan terdapat HIPAA, dan di sektor pembayaran ada PCI DSS. Namun penting dipahami: standar bukanlah jaminan kebal bocor. Sertifikasi bukan tameng sakti. Yang melindungi data bukanlah kertas sertifikat, melainkan praktik pengendalian risiko yang dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan. Mengelola data ibarat pernikahan. Sekali Anda berkomitmen mengelola data, Anda terikat untuk menjaganya selama data itu masih ada dan digunakan. Ini bukan komitmen sesaat. Ia juga seperti diet. Semua orang tahu teorinya, tetapi konsistensi jangka panjanglah yang menentukan hasil. Banyak organisasi awalnya disiplin, namun seiring waktu standar dilonggarkan, pengawasan melemah, dan kebiasaan lama kembali muncul. Di titik inilah risiko kebocoran meningkat. Perbedaan besar terletak pada cara memandang data: apakah sebagai “berkah” untuk dimonetisasi sebesar-besarnya, atau sebagai “amanah” yang harus dijaga sebaik mungkin? Data Bocor dan Ban Bocor Jika ban kendaraan bocor, kita bisa menambalnya dan masalah selesai. Tetapi data tidak demikian. Ada prinsip yang sering disebut dalam dunia siber: Once on the internet, always on the internet. Data mungkin bisa dihapus dari sumber aslinya, tetapi jika sudah disalin dan didistribusikan pihak lain, kita tidak lagi memiliki kendali penuh atasnya. Sekali data pribadi bocor dan beredar, dampaknya bisa bertahun-tahun. Data kependudukan yang tersebar dapat digunakan untuk: registrasi kartu prabayar secara ilegal pembukaan rekening penampung dana kejahatan rekayasa sosial untuk mengambil alih akun digital penipuan berbasis identitas Inilah sebabnya model autentikasi global mulai bergeser. Sistem yang dulu hanya mengandalkan “apa yang Anda tahu” (misalnya NIK, tanggal lahir) kini beralih ke kombinasi “apa yang Anda miliki” (device, OTP) dan “siapa Anda” (biometrik). Kebocoran data mengubah paradigma keamanan secara fundamental. Tanggung Jawab Hukum dan Etika Di era regulasi modern, kegagalan melindungi data bukan sekadar persoalan reputasi. Di bawah UU Perlindungan Data Pribadi, pengendali data dapat dikenakan sanksi administratif, denda, hingga pidana jika terbukti lalai. Namun konsekuensi terberat justru ditanggung oleh pemilik data. Pengelola data mungkin hanya mengalami reputasi yang tercoreng. Pemilik data bisa kehilangan tabungan, identitas, bahkan masa depan finansialnya. Karena itu, pengelolaan data bukan hanya kewajiban teknis, tetapi juga tanggung jawab moral. Melindungi Aset Digital Masyarakat perlu memahami bahwa data digital — kredensial akun, email, akses mobile banking — adalah aset ekonomi. Beberapa langkah dasar yang perlu dilakukan: Gunakan autentikasi dua faktor. Jangan membagikan OTP kepada siapa pun. Waspadai rekayasa sosial yang mengatasnamakan aparat, petugas pajak, atau bank. Gunakan kata sandi unik untuk setiap layanan. Segera ganti kredensial jika ada indikasi kebocoran. Bagi pengelola data, komitmen harus lebih tinggi: Terapkan kontrol akses berbasis kebutuhan. Enkripsi data sensitif. Audit keamanan secara berkala. Lakukan pelatihan kesadaran keamanan bagi karyawan. Siapkan rencana respons insiden. Dan yang paling penting: pahami bahwa keamanan bukan kondisi statis. Ancaman terus berkembang. Hari ini aman bukan berarti besok tetap aman. Penutup Di era digital, data bukan sekadar aset ekonomi. Ia adalah amanah. Nilainya bisa menjadi emas digital yang menciptakan inovasi dan kemakmuran. Tetapi jika lalai dikelola, ia berubah menjadi sumber kerugian yang luas dan berkepanjangan. Pertanyaannya bukan lagi apakah data itu berharga. Pertanyaannya adalah: apakah kita cukup disiplin dan bertanggung jawab untuk menjaganya? Karena dalam dunia digital, kepercayaan dibangun dari keamanan. Dan keamanan lahir dari komitmen yang tidak pernah berhenti.
Duet Maut Call Center Palsu dan trf VA bobol internet banking
By Alfons Tanujaya July 21, 2025
Duet Maut Call Center Palsu dan trf VA bobol internet banking
By Alfons Tanujaya December 25, 2024
Bulan Desember tahun 2024 ditutup dengan pengumuman Ransomware Bashe yang pada pertengahan Desember mengklaim salah satu bank BUMN yang masuk dalam jajaran 5 besar mengalami kebocoran data dan memberikan waktu sampai 23 Desember 2024 untuk membayar uang tebusan 5 bitcoin atau sekitar Rp. 7,6 milyar rupiah atau data tersebut dijual ke pihak ketiga. (lihat gambar 1)
By Alfons Tanujaya November 25, 2024
Menyambut penutupan tahun 2024, Vaksincom kembali mengadakan event akhir tahun Evaluasi Malware 2024 dan Trend 2025. Namun berbeda dengan tahun sebelumnya, event ini diadakan dalam bentuk Seminar Outing seperti yang pernah diadakan Vaksincom di tahun 2008. Seminar Outing ini akan diadakan dua hari pada awal Desember 2024 di Pengalengan Bandung dan peserta seminar yang umumnya pegiat IT dan admin yang sehari-hari melakukan aktivitasnya dari belakang meja kini akan mendapatkan lingkungan yang berbeda dalam bentuk Outing mengarungi Jeram di Pengalengan Bandung. Selain evaluasi Malware 2024, peserta seminar juga akan mendapatkan informasi tambahan bagaimana mengamankan jaringan dan data yang dikelolanya dari ancaman Ransomware dimana Vaksincom akan meluncurkan VaksinSIEM (Security Information and Event Management) dimana termasuk ke dalamnya Vaksin Protect yang akan dapat mengembalikan data sekalipun berhasil dienkripsi oleh ransomware hanya dengan 1 kali klik tanpa tergantung pada Backup. Peserta baru yang belum menggunakan layanan Vaksincom akan mendapatkan produk andalan Vaksincom Webroot Endpoint Protection untuk melindungi 50 nodes komputer (Windows Workstation / Server dan Mac OS) yang akan dapat digunakan secara full untuk 90 hari. Bonus tambahan akan diberikan kepada seluruh peserta seminar berupa training pengamanan akun digital Call Paman Onetime (True Caller, Password Manager dan aktivasi One Time Password) dimana seluruh peserta seminar akan dibantu langsung oleh teknisi Vaksincom menginstal dan mengimplementasikan aplikasi True Caller, Password Manager dan Aktivasi Two Factor Authentication untuk semua akun penting anda seperti email (Gmail, Yahoo etc) tanpa tambahan biaya apapun alias Gratis. Adapun Seminar Outing tersebut akan diadakan dengan informasi detail sebagai berikut : Seminar Outing Vaksincom 2024 Tema : Evaluasi Malware Indonesia 2024 dan Trend Malware 2025 Waktu : 6 - 7 Desember 2024 Lokasi : Bandung (Rafting Pengalengan dan penginapan hotel Meize City Center Jl. Sumbawa - Bandung) Fasilitas yang disediakan : - Transportasi PP Jakarta - Bandung - Jakarta berangkat dari dari PT. Vaksincom Jl. R. P. Soeroso 7AA, Jakarta 10330 - Penginapan di Hotel Meize City Center sharing 1 kamar 2 orang. - Konsumsi selama event. - Rafting dan peralatan pengaman rafting serta instruktur yang berpengalaman. - Dokumentasi. - Wisata di Bandung. Biaya Seminar sudah termasuk GRATIS : - Sertifikat Seminar - Lisensi Webroot Endpoint Protection Business untuk 50 Nodes selama 90 hari untuk Windows workstation / server dan Mac OS. - VaksinSIEM untuk 1 (satu) nodes beserta Security Hardening dari Vaksincom selama 90 hari. - Aplikasi Password Manager Full Version automatic sync antara Android, iOS, Windows OS, Browser dan Mac OS. Biaya : - Customer Vaksincom Rp. 1.250.000,- (tidak termasuk lisensi Webroot Endpoint Protection Business 50 nodes) - Umum Rp. 1.950.000,- (termasuk lisensi Webroot Endpoint Protection Busienss 50 nodes) Pendaftaran : Hubungi email [email protected] atau Whatsapp 0897-8696-122 dgn ibu Ami I
By Alfons Tanujaya October 29, 2024
Security is a process, itu adalah mantra yang menjadi pegangan para praktisi sekuriti. Dan proses sekuriti adalah proses tidak berkesudahan. Ibaratnya anda bermain sepakbola, maka administrator sekuriti adalah penjaga gawang yang harus menjaga data yang dikelolanya setiap saat tanpa istirahat, 1 x 24 jam dari serangan striker peretas dari seluruh dunia. Apalagi jika anda mengelola data yang kritikal dan berharga seperti mobile banking yang di incar oleh banyak peretas didunia yang tidak kalah pintar dengan anda. Masalahnya adalah mereka bisa menyerang setiap saat dan anda harus siap berjibaku menjaga data berharga yang anda kelola. Kalau yang diserang adalah server aplikasi yang anda kelola, itu saja sudah membuat pusing kepala dan kita melihat pengelolaan server data yang amburadul mengakibatkan banyaknya kebocoran data di Indonesia beberapa tahun belakangan ini. Dalam kasus pengelola mobile banking, skala serangannya justru lebih luas dimana ketika server dan database aplikasi sudah diamankan dengan baik dan sulit diserang, maka penyerang akan mengincar titik terlemah dalam pengamanan aplikasi .... end user alias pengguna aplikasi. Serangan terhadap end user mobile banking yang sangat efektif memanfaatkan rekayasa sosial untuk mendapatkan kepercayaan korbannya seperti mengirimkan APK pencuri SMS yang memalsukan diri sebagai APK kurir online, APK pajak, APK Undangan Pernikahan dan APK Surat Tilang yang intinya adalah mengelabui korbannya menjalankan aplikasi tersebut dan bertujuan mencuri SMS OTP yang akan digunakan oleh peretas untuk mengambil alih dan mengeksploitasi aset digital, baik akun mobile banking, Whatsapp, email atau akun lain sekalipun diproteksi dengan OTP SMS. Pada akhir tahun 2024 ini, aksi yang menggunakan APK pencuri SMS sudah menurun karena efektivitasnya menurun seiring meningkatnya kesadaran pengguna ponsel dan usaha pengamanan yang dilakukan oleh banyak pihak baik pihak bank, dari Google, pengamat sekuriti dan pemerintah yang tidak henti melakukan edukasi terhadap masyarakat atas ancaman ini. Namun sesuai mantra di atas, security is a process. Kini berkembang satu ancaman baru yang perlu diwaspadai dan sangat berpotensi mengancam pengguna aplikasi mobile banking. Dan celakanya, metode yang dipakai adalah mengeksploitasi fitur tambahan yang disediakan oleh Android untuk memudahkan pengguna dengan keterbatasan tertentu. Fitur Aksesibilitas atau Accessibility. Accessibility / Aksesibilitas Aksesibilitas adalah fitur Android untuk membantu pengguna disabilitas. Fitur seperti pembaca teks, subtitel atau tampilan kustom. Untuk mengaktifkan layanan ini di aplikasi membutuhkan akses "accessibility permission" atau "izin aksesibilitas" pada ponsel Android. Dan masalahnya izin ini memberikan hak akses penuh pada perangkat aplikasi. Hak akses penuh ini yang menjadi incaran kriminal siber yang memang selalu berusaha mencari cara untuk mengendalikan ponsel atau tablet. Ketika hak ini didapatkan, maka pengguna ponsel akan terperangkap dan perangkat ponselnya bisa diambilalih. (lihat gambar 1)
By Alfons Tanujaya June 26, 2024
Ransomware secara de facto menjadi malware yang paling ditakuti oleh pengguna komputer dan pengelola data saat ini. Dalam menjalankan aksinya, ransomware dapat menambahkan aksinya menjadi extortionware. Jika ransomware beraksi dengan mengenkripsi data dan sistem yang diserangnya, maka extortionware adalah ancaman menyebarkan data yang berhasil dicuri jika korbannya menolak membayar uang tebusan yang diminta. Serangan ransomware Brainchiper yang merupakan turunan Lockbit pada Pusat Data Nasional / PDN dibulan Juni 2024 melumpuhkan layanan pemerintah yang memanfaatkan sistem dan data yang dikelola di PDN. Salah satu layanan kritis yang terganggu adalah layanan imigrasi yang menjadi pintu gerbang Indonesia dan mencoreng muka Indonesia karena layanan keimigrasian yang mengakibatkan antrian panjang karena sistem imigrasi yang tadinya dilakukan secara elektronik harus dilakukan secara manual. Lalu institusi apa saja yang menjadi korban serangan ransomware di tahun 2024 ini ? Vaksincom akan mengadakan seminar 2 jam singkat tanggal 2 Juli 2024 mengangkat tema 10 ransomware ganas dan korbannya di Indonesia : Akibat dan mitigasinya. Korban Ransomware Sampai pertengahan tahun 2024, sudah ada 10 institusi besar yang menjadi korban ransomware, baik dari institusi swasta maupun pemerintahan dari berbagai industri seperti logistik, logistik makanan, shopping center, consumer finance, bank, finance services, IT Services, transportasi dan pialang saham. Parahnya lagi ada salah satu institusi keuangan Tbk yang sampai dua kali menjadi korban ransomware yang berbeda pada saat yang berbeda dimana pada Juli 2023 bank tersebut menjadi korban ransomware dengan total data yang berhasil dicuri dan dienkripsi sebanyak 450 GB oleh Ransomhouse (lihat gambar 1).
Artikel Lainnya