Outsourcing Menipu

16 Januari 2014
Outsourcing Menipu
Jual beli rekening bank Aspal mendukung aksi penipuan online
Perkembangan industri informatika yang sangat cepat menuntut para pelakunya untuk tanggap terhadap perubahan kalau memang mau bertahan. Hal ini rupanya berlaku juga di bidang penipuan online dimana toko online abal-abal juga menyesuaikan dirinya untuk beroperasi lebih efisien dan menyaring korban lebih banyak lagi. Salah satu hal yang ramai menjadi trend adalah outsourcing. Berbeda dengan serikat pekerja yang marak menentang outsourcing sebaliknya, bak pengusaha manufaktur kawakan para penipu online ternyata melakukan outsourcing dalam melakukan aktivitasnya seperti menggunakan script-script shopping cart untuk membantu membuat situs belanja berpenampilan ciamik dan outsourcing lain yang marak terjadi adalah jual beli rekening bank aspal lengkap dengan kartu ATM yang nantinya akan digunakan untuk aktivitas penipuan.

Kalau dulu andalan onlineshop adalah membajak akun facebook korbannya dan mengirimkan tag kepada seluruh teman dari pemilik akun yang dibajak. Kelihatannya trend di tahun 2014 ada kecenderungan dimana para penipu mulai menumpang toko online terkenal seperti berniaga.com dan tokobagus.com. Situs internet konvensional masih banyak digunakan onlineshop abal-abal ini menipu calon korbannya. Selain itu, tidak lupa para penipu memasukkan figur publik sebagai endorser guna mendapatkan kepercayaan dari calon korbannya seperti yang dilakukan oleh slah satu situs penipu undian pemenang poin hadiah (lihat gambar 1)
20140116I_outsourchingmenipu02
Gambar 1, Gambar Gubernur Jakarta Jokowi dijadikan sebagai endorser salah satu situs penipuan 
Jual beli rekening bank
Ada satu pertanyaan menggelitik yang kerap mengganggu Vaksincom. Mengapa penipuan online yang termasuk kejahatan kerah putih tingkat dasar ini marak terjadi di Indonesia dan jarang terdengar kiprahnya di negara lain, katakan sesama negara di Asia Tenggara. Muara dari penipuan online ini adalah mudahnya membuka rekening bank yang nantinya digunakan untuk menerima uang hasil penipuan yang secara tidak langsung merupakan dampak dari lemahnya manajemen kependudukan di Indonesia. Sudah menjadi rahasia umum kalau sampai hari ini tidak sulit untuk mendapatkan KTP ganda. Selain itu, sarana untuk melakukan pengecekan atas keabsahan KTP belum tersedia sehingga petugas bank hanya mengandalkan feeling dan pengalaman untuk mengecek keabsahan KTP yang digunakan untuk membuka rekening. Sebenarnya implementasi kartu chip pada KTP yang baru harusnya bisa mengakomodir kebutuhan ini, namun sampai saat ini keberadaan chip di KTP yang menelan uang negara triliunan ini kurang dioptimalkan dan KTP berchip ini diperlakukan tidak beda dengan kartu penduduk lama tanpa chip. Semoga hal ini diperhatikan oleh departemen terkait.

Mudahnya mendapatkan KTP palsu mengakibatkan maraknya kegiatan pendukung onlineshop palsu ini, Jual Beli Rekening Bank Aspal. Jadi kalau anda merencanakan untuk menipu dan memiliki toko online penipu, hal ini membutuhkan usaha juga (harusnya kalau sama-sama membutuhkan usaha, mengapa yah penipu tidak melakukan usaha di jalur yang tidak melanggar hukum). Tentunya anda membutuhkan rekening di bank terkemuka untuk menerima transfer uang dari orang yang anda tipu dan tentunya anda tidak mungkin menggunakan identitas asli anda untuk membuka rekening penampungan hasil penipuan kecuali anda ingin berakhir di hotel prodeo. Karena itu penipu membutuhkan identitas palsu untuk membuka rekening dimana seiring dengan perkembangan perbankan saat ini dimana penarikan tunai sudah sedemikian mudah dilakukan dari ATM dimana saja di seluruh Indonesia, maka dengan berbekal kartu pengenal palsu penipu bisa membuka rekening aspal dan mendapatkan nomor rekening dan kartu ATM untuk menarik hasil kejahatannya. Namun keahlian dan akses terhadap sumberdaya KTP aspal ini rupanya tidak dimiliki oleh semua orang, karena itu bermunculan jasa jual beli rekening bank aspal di tahun 2013. Kalau anda tidak percaya maraknya aktivitas penjualan rekening bank palsu ini silahkan lihat hasil google di bawah ini (lihat gambar 2) dimana hasil pencarian tersebut memberikan fakta yang cukup memprihatinkan dimana situs penyedia rekening bank Aspal mulai marak bermunculan dan rata-rata dibuat dalam 1 tahun terakhir.
20140116I_outsourchingmenipu01
Gambar 2, Hasil google “jual rekening bank”
Sebenarnya aktivitas jual beli rekening bank dengan tanda pengenal fiktif ini sudah ada sejak tahun 2007 dan beberapa pelakunya pernah ditangkap pihak berwajib dan sempat mereda. Namun seiring dengan maraknya penipuan onlineshop kelihatannya kebutuhan atas rekening aspal ini meningkat dan hukum ekonomi berjalan disini, dimana adanya permintaan untuk suatu produk dengan imbalan yang menggiurkan maka otomatis ada pihak yang tertarik untuk memberikan penawaran. Bagaimana tidak, dengan hanya bermodalkan KTP palsu dan uang untuk saldo minimum sekitar Rp. 25.000,- satu rekening bank + ATM aspal bisa dijual dengan harga Rp. 1.200.000,- dan harga jual meningkat jika ingin ditambahi fitur lain seperti Mbanking, ebanking atau kartu platinum. (lihat gambar 3)
20140116I_outsourchingmenipu03
Gambar 3, Situs jual beli rekening bank Aspal pendukung kegiatan onlineshop abal-abal
Dengan adanya pihak yang mengkhususkan dirinya pada pembukaan rekening bank palsu, maka tetek bengek membuka rekening seperti menyiapkan kartu tanda pengenal palsu, membuka rekening dan menghadapi customer service, membuat kartu ATM sampai meminta token internet banking sudah bisa dioutsource dan penipu hanya berkonsentrasi menipu calon korbannya. Bahkan ada beberapa situs jual beli rekening bank yang menawarkan untuk membuka rekening sesuai dengan nama yang diminta oleh pembeli rekening bank. Apakah aktivitas ini menggunakan blangko KTP palsu atau aspal, mungkin pihak yang berwajib sudah saatnya untuk turun tangan bekerjasama denga bank untuk menghentikan aksi ini. Dari pantauan Vaksincom, ada 4 bank besar di Indonesia yang menjadi favorit penipu untuk membuka rekening dan beberapa bank besar ini sudah melakukan rayonisasi pembukaan rekening dimana hanya KTP dari area yang sesuai dengan cabang bank tersebut yang akan dilayani untuk membuka rekening sehingga membatasi ruang gerak penipu dalam membuka rekening, namun menurut pantauan Vaksincom sampai hari ini aksi penjualan rekening bank palsu masih banyak ditawarkan. Kemungkinan ada celah atau area yang lemah dimana masih ada cabang di kota tertentu yang kurang ketat menjalankan pembatasan atas rayonisasi pembukaan rekening bank baru.
Salam,

Alfons Tanujaya
info@vaksin.com

PT. Vaksincom
Jl. R.P. Soeroso 7A Kav.A
Cikini, Jakarta 10330
Website : http://www.vaksin.com
http://www.virusicu.com
Fanpage : www.facebook.com/vaksincom

Twitter : @vaksincom
Ph : 021 3190 3800
Share by: