Jempolmu Harimaumu

18 Januari 2017
Jempolmu Harimaumu, cek situs sebelah sebelum sharing
Belajar dari Hoax Korea Utara di Piala Dunia 2014
Selain membuat heboh di Indonesia, rupanya restoran Pizza juga membuat heboh di Amerika Serikat. Malah, menjadi topik hangat saat pilpres, Pizzagate memberikan dampak yang lebih mengerikan dimana pemilik restoran Comet Ping Pong Pizza yang merupakan pendukung salah satu kandidat presiden di fitnah sedemikian rupa dengan berita bohong dimana dikatakan bahwa restoran tersebut hanyalah kedok dari usaha sebenarnya penculikan dan perdagangan anak. Data foto yang digunakan 4Chan didapatkan dari akun Facebook pemilik Comet Ping Pong Pizza dan direkayasa sedemikian rupa untuk mengelabui pembaca yang kurang teliti. Celakanya berita bohong yang sensasional ini ternyata dipercaya oleh banyak publik Amerika dan disebarkan secara viral melalui media sosial. Akibatnya, pemilik restoran dan karyawannya mendapatkan ratusan ancaman pembunuhan, bahkan Edgar Maddison Welch sampai membawa senjata dan menembakkannya kepada karyawan restoran yang berhamburan menyelamatkan diri hanya karena percaya kepada berita bohong tersebut. Selain mengakibatkan kekacauan bagi Comet Ping Pong Pizza, berita bohong ini juga ditengarai berpengaruh pada proses pemilihan presiden Amerika karena disebutkan juga bahwa Bill Clinton dan istrinya terlibat dalam penculikan dan perdagangan anak ini. Berita palsu di atas hanyalah salah satu contoh yang meskipun terlihat agak absurd atau tidak masuk akal, namun karena sifatnya sensasional dan di dukung oleh data yang sudah direkayasa, banyak orang yang mempercayai berita bohong / Hoax.
 
Kalau di Amerika Hoax memengaruhi hasil pilpres, Hoax di Indonesia memberikan dampak yang tidak kalah seram, lebih dari 800.000 situs Hoax menyebarkan berita bohong, propaganda dan fitnah dan sangat berpotensi memecah belah kesatuan Indonesia. Karena itulah pemerintah melakukan gerakan untuk mengatasi peredaran Hoax ini seperti memblokir situs-situs yang menyebarkan Hoax dan menggalang partisipasi masyarakat untuk aktif memerangi Hoax. Salah satu inisiatif anti Hoax yang cukup handal adalah turnbackhoax.id yang memiliki sistem pelaporan dan database yang baik untuk menangani Hoax.
Sifat Dasar Manusia, mudah percaya berita yang sesuai keyakinannya

Bagaimana penerima berita Hoax bisa sedemikian mudah percaya pada berita bohong / Hoax ?

Ada satu sisi psikologi manusia yang berperan dalam penerimaan dan penyebaran Hoax ini, yaitu sifat dasar manusia yang pada dasarnya mudah mempercayai informasi yang sesuai dengan keyakinannya, meskipun informasi ini tidak sesuai dengan kenyataan.
Sebagai contoh, ada satu video Hoax yang mungkin sampai artikel ini anda masih tetap anda yakini kebenarannya. Setelah selesai membaca artikel ini anda baru menyadari bahwa anda telah percaya pada Hoax / informasi bohong selama bertahun-tahun.
Mungkin anda masih ingat dengan video youtube yang beredar di tahun 2014 saat Piala Dunia dimana diinformasikan bahwa pemerintah Korea Utara membohongi rakyatnya dengan menginformasikan bahwa tim sepakbola Korea Utara mencapai final Piala Dunia dan mengalahkan Jepang 7-0, Amerika Serikat 4-0 dan Cina 2-0 di babak penyisihan https://www.youtube.com/watch?v=ZJoRZOK18Fg. (lihat video 1 di bawah ini)
Atau jangan-jangan anda ikut menyebarkan video tersebut dan menjadikannya bahan lelucon, betapa keterlaluannya pembohongan yang dilakukan terhadap rakyat Korea Utara. Hal ini bisa dimaklumi, karena selama ini kita disuguhi berita bahwa media di Korea Utara dikontrol dengan sangat ketat dan kerap kali dimanipulasi dan beberapa kali pemerintah Korea Utara memang memanipulasi informasi yang diberikan kepada rakyatnya http://www.standard.co.uk/news/north-koreas-world-cup-fans-who-are-really-volunteers-from-china-6481245.html.
Tentunya dalam benak anda sudah terpatri kepercayaan / asumsi bahwa pemerintah Korea Utara sudah terbiasa memanipulasi informasi dan membohongi rakyatnya. Sekali anda mendapatkan informasi yang membenarkan asumsi tersebut, dengan mudah anda akan langsung mempercayai informasi tersebut tanpa melakukan crosscheck dan menyebarkannya. Jangankan anda sebagai pengakses media awam, khusus untuk video di atas beberapa media terkemuka seperti Mirror, Metro dan CBC juga mempercayai Hoax tersebut dan mempublikasikannya
https://www.buzzfeed.com/alanwhite/no-north-korean-news-is-not-telling-its-people-theyve-won-th?utm_term=.urgzGrJPJ#.ny4QPRmBm
Penulis sendiri sempat meyakini video Hoax ini cukup lama, namun setelah melakukan crosschek pada beberapa sumber independen dan terpercaya baru menyadari bahwa video tersebut ternyata adalah video Hoax.
Dibandingkan dengan video rakyat Korut menonton Piala Dunia 2014 https://www.youtube.com/watch?v=yPyHoDcwbzE (lihat video 2 di bawah ini)
yang hanya dilihat sebanyak 74.666, video Hoax Korea Utara memanipulasi hasil Piala Dunia di lihat 10.383.952 kali. Hal ini menunjukkan bahwa berita Hoax memang membutuhkan hal yang bersifat sensasional dan menarik perhatian. Semakin sensasional, menarik, lucu dan kontradiktif, suatu konten akan mudah disebarkan benar atau tidaknya itu nomor dua.

Faktanya adalah : sebenarnya video tersebut adalah video bohong / parodi dan dapat dikategorikan sebagai video Hoax yang memfitnah pemerintah Korea Utara. Televisi Korea Utara menyiarkan pertandingan Piala Dunia 2014 dengan penundaan 24 jam seperti yang diperlihatkan pada video 2 dan tidak melakukan rekayasa seperti yang ditunjukkan pada video 1 di atas. Namun ironisnya yang lebih populer adalah video 1 (Hoax) dengan pemirsa 139 kali lipat lebih banyak di lihat daripada video 2.

Belajar dari pengalaman di atas, jangan mudah menyebarkan / broadcast informasi apapun yang anda terima dari youtube, portal berita dan pesan berantai lainnya, sekalipun pengirimnya adalah teman yang anda percaya ataupun sesuai dengan keyakinan anda. Lakukan crosscheck dari sumber yang terpercaya dan independen sebelum anda share.
Jangan berprinsip : daripada mubazir, lebih baik saya bagikan. Siapa tahu bermanfaat.
Lebih baik ingat kata pepatah baru : Jempolmu Harimaumu !!
Salam,

Alfons Tanujaya
info@vaksin.com
 
PT. Vaksincom
Jl. R.P. Soeroso 7AA
Cikini
Jakarta 10330
Ph : 021 3190 3800

Website : http://www.vaksin.com
http://www.virusicu.com
Fanpage : www.facebook.com/vaksincom
Twitter : @vaksincom
Share by: