Antivirus Terbaik versi Virus Bulletin

20 Maret 2015
Antivirus Terbaik versi Virus Bulletin
Menentukan produk antivirus merupakan salah satu hal yang gampang-gampang susah. Jika anda pengguna awam dan hanya memilih antivirus untuk anda gunakan sendiri mungkin resiko dan tanggung jawabnya tidak sebesar ketika anda harus memutuskan antivirus untuk jaringan komputer di perusahaan tempat anda bekerja. Mungkin anda memilih antivirus yang populer, direkomendasikan teman atau banyak beriklan. Hal ini tidak dapat disalahkan sepenuhnya, meskipun nantinya anda harus mempertanggung jawabkan keputusan anda, khususnya pada pihak manajemen jika anda mengambil keputusan untuk perusahaan anda. Karena itu tentunya akan lebih baik jika anda gunakan melihat rekomendasi dari pihak pengetes antivirus independen. Namun, kembali anda harus berhati-hati lagi karena ada banyak pengetes antivirus, dari yang terang-terangan memberikan review sambil berjualan seperti http://anti-virus-software-review.toptenreviews.com/ dan http://www.pcantivirusreviews.com/ atau organisasi independen pengetes antivirus yang tidak memiliki kepentingan berjualan seperti Virus Bulletin. Terkadang lembaga survei seperti Gartner dan majalah komputer seperti PC Magazine, PC World dan Chip melakukan pengetesan terhadap produk antivirus dan memberikan rekomendasi. Namun perlu menjadi perhatian dimana ada satu keunikan pada produk antivirus dibandingkan produk IT lain dimana ancaman sekuriti sangat dinamis dan pengetesan yang dilakukan atas produk antivirus yang dilakukan satu kali dalam setahun kurang handal untuk mewakili kondisi yang sebenarnya di lapangan. Pengetesan atas ancaman malware sejatinya dilakukan beberapa kali dalam platform yang berbeda dengan metode yang dapat dipertanggungjawabkan, transparan dan diawasi oleh lembaga independen lain guna memberikan keputusan hasil test yang obyektif dan lepas dari tekanan atau kepentingan perusahaan antivirus yang tentunya ingin menampilkan bahwa produk mereka yang terbaik. Hal ini jelas membutuhkan waktu, dana dan sumberdaya yang handal guna memberikan hasil yang dapat konsisten dan terpercaya.

Salah satu organisasi independen yang melakukan pengetesan produk antivirus dan mempublikasikan hasilnya lengkap dengan metoda pengetesan secara gratis adalah Virus Bulletin. Dalam melakukan pengetesannya Virus Bulletin diawasi oleh tim independen seperti Consulting Editor dari Google (Ian Whalley) dan Florida Institute of Technology (Dr. Richard Ford). Selain itu beberapa ahli sekuriti dari perusahaan antivirus seperti Pavel Baudis (Avast), Dmitry Gryaznov (McAfee), Joe Hartman (MicrosofT), Jimmy Kuo (Symantec), Costin Raiu (Kaspersky Lab) dan Roger Thompson (West Coast Lab) berperan sebagai Advisory Board guna mengawasi independensi pengetesan.

Virus Bulletin secara teratur melakukan pengetesan pada berbagai OS khususnya Microsoft Windows yang memang cukup rentan terhadap serangan virus. Sepanjang tahun 2014 ada 5 pengetesan yang dilakukan oleh Virus Bulletin untuk Windows 7 Professional (April 2014), Windows Server 2012 (Juni 2014), Windows 8 Professional (Agustus 2014), Windows Server 2008 R2 (Oktober 2014) dan Windows 7 Professional (Desember 2014) yang semua detail hasil pengetesannya bisa dilihat dan tersedia secara gratis di situs Virus Bulletin www.virusbtn.com.

Virus Bulletin Award Windows 7 Professional
Pada pengetesan yang dilakukan oleh Virus Bulletin pada bulan Desember 2014 kembali Windows 7 Professional di test. Hal ini dilakukan karena secara de facto Windows 7 merupakan OS PC yang paling banyak digunakan di dunia menggusur Windows XP ke peringkat kedua dan Windows 8 dan Windows 8.1 yang di gadang-gadang sebagai pengganti Windows 7 harus puas berada di peringkat 3 dan 4 berdasarkan data dari Net Application per Februari 2015 (lihat gambar 1)

20150320_antivirusterbaikvb02
Gambar 1, Pangsa pasar Windows 7 paling besar menggusur Windows XP sebagai OS paling populer di PC dunia
Sedangkan perangkat yang digunakan untuk melakukan pengetesan adalah komputer-komputer dengan spesifikasi : AMD A6-3670K Quad Core 2.7 GHz, 4 GB DUAL DDR 1600 MHz RAM, dual 500 GB dan 1 TB SATA HDD dan Gigabit Networking. Menjalankan OS Microsoft Windows 7, 64 bit Professional edition SP1.

Berdasarkan hasil pengetesan Virus Bulletin, dari 38 produk yang di test, hanya 3 merek antivirus Smartcop, Msecure dan Cyren yang gagal mendapatkan Virus Bulletin Award untuk Windows 7 Professional Desember 2014. Dan sisanya 35 produk mendapatkan Virus Bulletin Award.
Virus Bulletin Award diberikan kepada produk antivirus yang mampu melindungi sistem komputer dari  malware yang dianggap paling berbahaya dan sedang menyebar dan dikumpulkan oleh para kontributor antivirus di Wildlist yang jumlahnya sekitar 1.400-an malware www.wildlist.org dan bukan di test atas seluruh sample virus yang beredar. Pihak Virus Bulletin sendiri menekankan kepada calon konsumen, ketika melihat hasil sertifikasi adalah untuk tidak mempertimbangkan ada atau tidaknya Award saja, tetapi memperhatikan hasil review lebih lanjut untuk mengetahui lebih detail.
Memang menjadi kesulitan tersendiri jika kita harus mengambil keputusan untuk memilih satu dari 35 merek antivirus karena semuanya mendapatkan award. Karena itu test pendukung tambahan diperlukan untuk mendapatkan pemeringkatan yang lebih baik dan Virus Bulletin melakukan test tambahan yang dinamakan RAP Reactive And Proactive test.

VB RAP Virus Bulletin Reactive and Proactive Test
VB RAP (Reactive And Proactive) test adalah test yang diadakan oleh Virus Bulletin sejak Februari 2009. Test ini mengukur kemampuan deteksi antivirus atas sampel virus terbaru. Hebatnya, Virus Bulletin juga mengetes kemampuan antivirus untuk mendeteksi sampel virus di masa depan. Caranya adalah dengan menghentikan update definisi antivirus dan mengukur kemampuan antivirus tersebut mendeteksi sampel virus baru yang muncul pada periode yang telah di tetapkan tanpa melakukan update. Dengan ini, hasil pengetesan VB RAP akan mencerminkan kemampuan antivirus menghadapi malware yang muncul dalam jumlah masif saat ini yang terdeteksi oleh definisi dan akurasi antivirus dalam mendeteksi sampel malware belum dikenal di masa depan.

Sampel RAP biasdanya  terbagi dalam 4 set. Untuk pengetesan ini, Virus Bulletin menentukan hari H (deadline). Pengetesan dilakukan atas 4 set sampel virus dalam rentang waktu 20 hari. Sampel tersebut adalah :
  • H +2. H +2 adalah sampel yang dikumpulkan pada periode 6- 10 hari setelah deadline. (update antivirus setelah deadline dibekukan)
  • H +1. H +1 adalah sampel yang dikumpulkan pada periode 1 – 5 hari setelah deadline. (update antivirus setelah deadline dibekukan)
  • H – . H -1 adalah sampel yang dikumpulkan pada periode 1 - 5 hari sebelum deadline
  • H -2. H -2 adalah sampel yang dikumpulkan pada periode hari ke 6 - 10 sebelum deadline.
Dari metode pengumpulan sampel disini terlihat bahwa sampel H -1 dan -2 adalah sampel yang seharusnya sudah dapat terdeteksi oleh program antivirus yang terupdate karena definisi antivirus yang akan digunakan untuk mendeteksi sampel tersebut adalah definisi antivirus terupdate pada hari H (deadline) dan hasil ini dituangkan dalam tabel dengan nama Reactive test yang merupakan nilai rata-rata dari H -1 dan H -2.
Sedangkan sampel H +1 dan H +2 adalah sampel yang dikumpulkan setelah deadline dan update definisi antivirus setelah hari H dibekukan alias tidak diupdate. Tujuannya adalah untuk mengukur kemampuan antivirus mendeteksi sampel virus baru tanpa tergantung definisi karena dalam kenyataan yang sebenarnya virus selalu selangkah lebih maju dari antivirus dan makin tinggi nilai Proactive test mencerminkan kemampuan antivirus yang makin tinggi untuk mendeteksi dan melindungi penggunanya dari virus baru.

Sampel yang ditest termasuk adware dan PUP Potentially Unwanted Program, sample parsial yang membutuhkan komponen pendukung untuk aktif dan sampel original dari virus yang diterima dari sumber eksternal. Virus pengganda diri digandakan oleh tim pengetes dan hanya penggandaan baru yang dimasukkan dalam set RAP.
Rating atas sampel dilakukan berdasarkan penyebaran dan signifikansi dari berbagai sumber sumber dan nilai diberikan dengan bobot tertimbang guna meminimalisir dampak kuantitas sampel yang banyak dari virus yang mirip. Sebagai contoh, trojan dan virus yang mampu bermetamorfosis dan mereplikasikan diri dalam jumlah banyak akan mendapatkan bobot lebih rendah dari sampel tunggal virus yang unik.

Adapun hasil dari nilai RAP dapat di lihat pada gambar 2 di bawah ini. https://www.virusbtn.com/vb100/latest_comparative/index
20150320_antivirusterbaikvb04
Gambar 2, Virus Bulletin RAP Reactive and Proactive Quadrant June – Dec 2014
Untuk produk antivirus yang beredar di Indonesia, hasil RAP untuk pengetesan ini dapat disimpulkan sebagai berikut :
  • AVG, G Data, Avira dan bitdefender mendapatkan nilai RAP tertinggi dibandingkan antivirus lainnya dengan nilai RAP berturut turut 91,6 %, 90,3 %, 90 % dan 89,3 % (lihat gambar 3)
20150320_antivirusterbaikvb03
Gambar 3, AVG, G Data, Avira dan bitdefender mendapatkan nilai RAP yang tinggi mengalahkan produk antivirus lain
  • eScan, Qihoo dan Baidu International berturut turut mendapatkan nilai RAP 88,2 %, 87,9 % dan 86,7 % (lihat gambar 4)
20150320_antivirusterbaikvb05
Gambar 4, nilai RAP eScan, Qihoo dan Baidu 
20150320_antivirusterbaikvb01
  • Nilai RAP untuk antivirus lainnya adalah Norman 85,2 %, ESET / NOD 32 81,9 %, Kaspersky Lab (SOS) 80,4 %, avast 75,7 %, Kaspersky Lab (IS) 75,6 % dan Microsoft Forefront 73,3 % (lihat gambar 5)
Gambar 5, Nilai RAP Norman, ESET, Kaspersky, avast dan Microsoft Forefront
Adapun hasil lengkap Virus Buleltin Award bisa di lihat secara gratis pada situs resmi Virus Bulletin di www.virusbtn.com. Untuk list lengkap 1.406 virus di Wildlist bisa di dapatkan pada http://www.wildlist.org/CurrentList.txt
Salam,

Alfons Tanujaya
info@vaksin.com

PT. Vaksincom
Jl. R.P. Soeroso 7A Kav.A
Cikini, Jakarta 10330
Website : http://www.vaksin.com
http://www.virusicu.com
Fanpage : www.facebook.com/vaksincom

Twitter : @vaksincom
Ph : 021 3190 3800
Share by: