Evaluasi Kiddle.com

6 Maret 2017
Evaluasi Kiddle.co
Cara efektif mengamankan akses internet anak
Terlepas dari semua fakta bahwa Kiddle.co bukan merupakan anak usaha Google ataupun Alphabet. Setelah meluruskan informasi yang kurang tepat, Vaksincom menyempatkan diri melakukan beberapa penelusuran dan pengetesan kecil untuk mengetahui sejauh mana efektivitas Kiddle dan lebih penting lagi, bagaimana melindungi buah hati anda dari paparan konten yang berbahaya di internet.
Vaksincom melakukan sedikit riset kecil untuk mengetahui performa Kiddle. Apakah menggunakan Kiddle benar dapat melindungi anak kita dari paparan konten berbahaya ? Apa dampak negatif dan positifnya ? Jika bermanfaat apa faktanya dan jika kurang bermanfaat, ada faktanya dan apakah ada solusi lain ?

Pengetesan Kiddle.co
Pertama-tama perlu kita sadari bahwa domain yang digunakan adalah .co dan bukan .com. .co adalah domain yang sebenarnya country level domain yang dimiliki oleh negara Columbia, kira-kira sama tingkatannya dengan .id yang dimiliki oleh Indonesia. Yang perlu menjadi perhatian adalah siapa yang berada di balik kiddle.co ini. Menurut penelusuran Vaksincom, meskipun pemilik domain berusaha merahasiakan dirinya namun dari beberapa sumber terpercaya kemungkinan besar Kiddle.co dimiliki oleh Vladislav Golunov, seorang pengusaha Rusia pemilik Lukol Networks yang juga merupakan administrator dari Freaking News.
Kiddle.co menggunakan hosting pada server dengan teknologi Microsoft IIS, sedangkan search engine Google sendiri menggunakan GWS Google Web Server. Kiddle mengklaim bahwa mereka menggolongkan hasil pencariannya dalam 3 kelompok (lihat gambar 1)
Gambar 1, Kiddle mengklaim sebagai mesin pencari anak yang diamankan secara personal oleh editor Kiddle

Dimana pada hasil pencarian digolongkan ke dalam 3 kategori dimana hasil pencarian yang akan muncul adalah sebagai berikut :
  • 1-3 adalah situs yang aman dan ditulis spesial untuk anak yang dipilih dan dipantau oleh editor Kiddle.
  • 4-7 adalah situs yang tidak ditulis khusus untuk anak namun memiliki konten yang mudah dipahami, juga dipilih dan dipantau oleh editor Kiddle.
  • 8 dan seterusnya adalah situs yang aman dan terkenal, ditulis untuk dewasa dan memiliki konten mendalam dan lebih sulit dimengerti oleh anak. Disaring menggunakan Google safe search.
Untuk mengetes klaim Kiddle, Vaksincom mencoba melakukan search dengan kata kunci “sepakbola” dan membandingkan dengan hasil pencarian di Google Safe Search dengan hasil seperti gambar 2 dan 3 di bawah ini.
Gambar 2, Hasil pencarian kata kunci “sepakbola” di Kiddle.co
Gambar 3, Hasil pencarian kata kunci “sepakbola” di Google Safe Search

Membandingkan kedua hasil pencarian tersebut di atas, ada beberapa kesimpulan yang bisa di dapatkan sebagai berikut :
  1. Hasil pencarian Kiddle dipenuhi oleh iklan, dan tampilan iklan ini secara dominan berada di posisi teratas melebihi hasil pencarian urutan pertama.
  2. Hasil pencarian Kiddle tidak mengalami lokalisasi, dimana hasil pencarian kata kunci sepakbola malah menampilkan hasil pencarian 2 hasil pencarian diambil dari situs Wikipedia berbahasa Inggris, yaitu pertandingan Argentina – Inggris dan Skotlandia – Inggris pada hasil kedua. Hasil pencarian ketiga diambil dari situs http://www.famousbirthdays.com/people/bambang-pamungkas.html tentang pesepakbola Indonesia Bambang Pamungkas yang juga berbahasa Inggris. Bandingkan dengan hasil Google Safe Search yang langsung mengarahkan pada portal-portal berita bola populer Indonesia yang memberikan informasi sepakbola.
  3. Mencoba klaim Kiddle pada gambar 1 di atas bahwa hasil pencarian 1-3 adalah situs yang aman dan ditulis spesial untuk anak yang dipilih dan dipantau oleh editor Kiddle. Silahkan anda nilai sendiri jika hasil pencarian yang diberikan adalah hasil dari Wikipedia yang berbahasa Inggris. Mungkin benar kalau di katakan aman, namun dari sisi ketepatan hasil pencarian rasanya editor Kiddle.co ini masih perlu belajar banyak dari Google Safe Search yang setahu penulis tidak menggunakan tenaga manusia untuk memilih dan memantau hasil pencarian.

Browser Hijacker dan PUP ?
Satu hal yang menjadi kekurangan Kiddle.co adalah model bisnisnya yang mengandalkan iklan sebagai sumber penghasilannya. Hal ini menyebabkan fokus Kiddle yang seharusnya memprioritaskan perlindungan terhadap anak menjadi kalah oleh kepentingan mendapatkan penghasilan dari iklan. Karena itulah tampilan iklan menjadi dominan dan menempati urutan pertama di hasil pencarian Kiddle. Terlebih lagi jika iklan yang tampil tidak dapat dikontrol oleh Kiddle dan dikontrol oleh perusahaan penampil iklan. Salah satu contohnya adalah tampilnya iklan yang cukup membahayakan seperti pada gambar 4 di bawah ini.
Gambar 4, Kiddle mendapatkan penghasilannya dari iklan dan terkadang malah membahayakan anak anda.

Pada gambar 4 di atas, iklan yang ditampilkan adalah mergedocsonline.com dan kelihatannya pemasang iklan memang mengincar memunculkan iklannya di Kiddle jika kata kunci dewasa yang diketikkan. Meskipun hasil pencarian di saring dengan sedemikian ketat, namun iklan yang muncul akan mengarahkan anak untuk menginstal aplikasi yang “menjanjikan” memberikan kata kunci yang dicari.
Sebagai informasi, mergedocsonline oleh banyak perusahaan sekuriti digolongkan ke dalam browser hijacker atau PUP Potentially Unwanted Program (program yang biasanya tidak diinginkan, tetapi menipu pengguna untuk menginstalkan dirinya). Sekali program tersebut di instalkan pada peramban, ibarat cicak basah menempel di kaca, PUP akan sangat sulit diuninstal dan akan banyak melakukan kegiatan negatif seperti menginstalkan dirinya secara diam-diam ke komputer korbannya, memantau aktivitas selancar peramban dan menampilkan iklan yang tidak diinginkan dan tidak cocok untuk dilihat anak anda. (lihat gambar 5)
Gambar 5, PC Risk mengkategorikan MergeDocsOnline Toolbar sebagai PUP dan harus dihindari

Solusi melindungi anak
Sebenarnya, untuk mendapatkan konten yang relatif aman, anda dapat mengaktifkan Google Safe Search dengan beberapa langkah mudah. Pada peramban anda (Chrome, Firefox, Opera atau IE) ketikkan alamat https://www.google.com/preferences untuk membuka menu “Search Settings”. Pada sub menu “Safe Search Filters” dan klik [Lock Safe Search]. Jika anda belum login pada akun Google anda, anda akan diminta login terlebih dahulu dan proses aktivasi Safe Search akan tampak seperti pada gambar 6 di bawah ini. Menurut pengetesan Vaksincom, alamat di atas juga bisa digunakan untuk mengaktifkan Google Safe Search pada peramban di perangkat mobil.
Gambar 6, Proses aktivasi Google Safe Search.

Jika anda berhasil mengaktifkan Safe Search, pada bagian kanan kotak pencarian Google akan muncul 4 bola berwarna Biru, Merah, Kuning dan Hijau (warna dasar yang menjadi ciri khas logo Google) dan tulisan “Safe Search is Locked” seperti pada gambar 7 di bawah ini.
Gambar 7, Safe Search yang telah diaktifkan akan memunculkan 4 bola berwarna

Jika ditanyakan, apakah dengan mengaktifkan Google Safe Search sudah bisa mengamankan buah hati anda dari konten berbahaya ? Atau anda bisa langsung menyerahkan perangkat komputer atau gawai kepada anak anda tanpa pengawasan ? Jika anda mengira anak jaman sekarang masa mudanya seperti jaman anda dimana komputer masih jarang dan merupakan barang mewah, anda mungkin akan terkejut dan menyesal. Jaman sekarang perangkat komputer sudah menjadi alat keseharian bagi anak-anak anda, maka jangan terkejut jika anak anda jauh lebih piawai dalam menembus blokir atas konten yang anda lakukan.
Banyak situs berbagi video yang lolos dari pantauan Google sekalipun dan memang secara teknis tidak mungkin melakukan blokir pada semua situs dengan konten yang tidak pantas untuk anak khususnya konten dewasa, obat terlarang, ujaran kebencian, konten radikal atau konten berbahaya lainnya. Jika anda memiliki pengetahuan teknis yang tinggi, bisa saja anda menerapkan blokir pada konten seperti China / Korea Utara yang mengontrol lalu lintas informasi dengan ketat pada rakyatnya. Salah satunya adalah dengan menggunakan program Parental Control seperti G Data Parental Control, Net Nanny atau K9 yang mampu mengontrol konten dan akses internet anak dengan sangat ketat. Namun yang menjadi pertanyaan, apakah anda mampu membatasi akses anak anda pada komputer lain yang digunakannya seperti komputer sekolah, warnet atau gawai temannya ? Kalau jawabannya tidak, Vaksincom menyarankan kepada anda untuk mulai melakukan pendampingan dan memberikan pengertian pada anak untuk menyadari ancaman konten berbahaya sehingga ia sendiri bisa secara proaktif menyaring konten berbahaya dan menghindarinya. Hal ini akan jauh lebih efektif dan memberikan bekal pada anak untuk bertahan di era digital ini.
Salam,

Alfons Tanujaya

info@vaksin.com
 
PT. Vaksincom
Jl. R.P. Soeroso 7AA
Cikini
Jakarta 10330
Ph : 021 3190 3800

Website : http://www.vaksin.com
http://www.virusicu.com
Fanpage : www.facebook.com/vaksincom
Twitter : @vaksincom
Share by: