Memblokir Google youtube itu gampang

14 Juni 2016
Blokir Google dan Youtube itu gampang
Situs pornografi merupakan salah satu situs yang paling populer dan mudah menghasilkan uang di internet. Pornografi bisa memberikan dampak negatif, khusus untuk anak-anak di bawah umur yang belum mengerti atau orang dewasa yang tidak mampu mengontrol libidonya. Akibat buruk seperti pelecehan seksual atau perkosaan yang terkadang diikuti kekerasan banyak terjadi dan yang lebih memprihatinkan adalah banyak yang menyasar korban anak di bawah umur.
Pemerintah bukannya tidak berbuat sesuatu, Selain hukuman terhadap pelaku kejahatan seksual yang diperberat, Kominfo melalui inisiatif Trust Positif atau dikenal dengan Internet Sehat http://trustpositif.kominfo.go.id/ aktif memblokir konten-konten berbau pornografi dan DNS ini wajib di relay oleh ISP di Indonesia.
Vaksincom mencoba untuk mengakses situs dewasa Playboy.com dan beberapa situs pornografi populer melalui salah satu ISP dan kelihatannya penyaringan yang dilakukan cukup efektif (lihat gambar 1).
Gambar 1, Penyaringan yang dilakukan oleh Kominfo dan wajib di relay oleh ISP

Terlepas dari usaha yang dilakukan oleh pemerintah, banyak pihak juga yang mengeluhkan akses pornografi dan ada yang menyalahkan pihak google dan youtube karena tidak melakukan penyaringan konten dewasa ini dan mendesak pemerintah untuk melakukan tindakan lebih jauh jika pihak google dan youtube tidak melakukan penyaringan konten tersebut. Jika perlu kedua layanan ini diblokir. Adapun salah satu dasar argumentasi yang digunakan adalah data di google trend yang dapat diakses dari https://t.co/Zq32XpD3hH (lihat gambar 2)
Gambar 2, Tweet argumentasi google trends yang dijadikan dasar untuk meminta pemerintah memblokir Google

Tautan yang di perpendek oleh Twitter tersebut menuju ke situs Google
https://www.google.com/trends/explore#q=seks%2C%20Pendidikan%2C%20Ekonomi yang menunjukkan perbandingan trend pengakses Google dengan kata kunci pencarian “Seks”, “Pendidikan” dan “Ekonomi” (lihat gambar 3)
Gambar 3, Minat pencarian kata yang berhubungan Seks, Pendidikan dan Ekonomi di dunia

Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan minat pencarian topik yang mengandung kata Seks jauh lebih tinggi dari topik Pendidikan dan Ekonomi. Namun jika di teliti data yang diberikan adalah data “Worldwide” atau dunia dan bukan di Indonesia. Jadi data statistik yang dijadikan rujukan tersebut adalah data pencarian topik Seks, Ekonomi dan Pendidikan di seluruh dunia. Artinya, jika ada negara lain yang memiliki kosa kata yang mirip dengan Indonesia dan memiliki kosa kata Seks, Ekonomi dan Pendidikan akan dimasukkan ke dalam statistik tersebut. Sehingga pengambilan rekomendasi berdasarkan atas data tersebut di atas menggunakan basis data yang kurang relevan.
Adapun data pencarian untuk topik Seks, Pendidikan dan Ekonomi di Indonesia menurut Google Trends seperti gambar 4 di bawah ini yang juga dapat diakses di
Gambar 4, Minat terhadap topik Ekonomi di Indonesia dari tahun 2004 – 2016 masih sedikit lebih tinggi dari minat terhadap topik seks

Apa penyebab perbedaan statistik pada gambar 3 dan 4 di atas ?
Menurut pengamatan Vaksincom, ternyata ada satu negara lain di dunia yang juga memiliki kosa kata “Seks” dan ternyata pencarian terhadap topik “Seks” ini jauh lebih dibandingkan topik “Ekonomi” dan “Pendidikan” (lihat gambar 5)
Gambar 5, Pencarian dengan topik Seks di Turkmenistan jauh melampaui topik Ekonomi dan Pendidikan dan data ini tergabung dalam statistik dunia (worldwide).

Karena itu, mungkin akan lebih bijaksana dan cendekia jika data yang dijadikan sebagai dasar untuk memberikan rekomendasi adalah data Google Trend Indonesia dan bukan Google Trend dunia yang memasukkan data negara lain ke dalamnya.

Memblokir Youtube dan Google itu gampang
Tidak dapat dipungkiri, ancaman pornografi memang merupakan salah satu masalah yang dihadapi oleh orang tua dan ancaman ini tidak bisa disepelekan. Kontrol atas konten negatif wajib dilakukan seiring dengan edukasi atas seksualitas dan fungsi reproduksi sesuai dengan umur anak sehingga anak yang baru beranjak dewasa dengan rasa ingin tahu yang besar tahu apa yang sedang terjadi pada dirinya dan bagaimana menyikapi secara baik. Budaya kekerasan dan menonjolkan kekuasaan dalam mencapai tujuan juga patut dihindari supaya anak tidak mencontoh hal yang tidak baik tersebut.
Jika kita ingin anak terhindar dari paparan pornografi namun tetap ingin anak bisa mengikuti kemajuan jaman dan mendapatkan manfaat dari internet, ada banyak hal yang bisa dilakukan. Sebagai catatan, ancaman pornografi bukan hanya dari Youtube dan Google saja, malahan Youtube dan Google memberikan cara bagi penggunanya jika ingin melakukan kontrol konten dalam layanannya. Jadi tidak perlu sampai meminta negara untuk show off force memblokir layanan ini. Selain itu, ada beberapa aplikasi tambahan yang bisa digunakan untuk menyempurnakan perlindungan ini karena ancaman pornografi sebenarnya ada di internet dan bukan hanya pada dua layanan ini, mungkin karena dua layanan ini yang paling populer digunakan sehingga dianggap sebagai biang keladi. Satu hal yang membanggakan hati adalah adanya usaha dari mahasiswa Indonesia yang setelah melihat fenomena ini langsung membuat Add-ons untuk Chrome dan Firefox untuk melakukan filter pornografi. Sekalipun aplikasi ini masih jauh dari sempurna, namun usaha ini patut diacungi jempol dan di dukung supaya bisa berguna dan menunjukkan usaha nyata untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.

Jika anda ingin mengontrol konten porno dan konten berbahaya Youtube lainnya, anda bisa melakukan dengan cara mengaktifkan “Restricted Mode”. Caranya adalah dengan membuka Youtube pada peramban dan turun ke bagian paling bawah (footer) dan klik tombol [Restricted Mode: Off] dan akan muncul pilihan untuk mengaktifkan Restricted Mode seperti gambar 6 di bawah ini. Klik pada tombol radio [On] untuk mengaktifkan dan klik tombol [Save]
Gambar 6, Mengatur Restricted Mode untuk memfilter konten yang tidak pantas di youtube

Jika settingan anda berhasil, maka tombol restricted mode yang tadinya “Off” akan berubah menjadi “On” .
Pastikan buah hati anda tidak mengetahui password youtube anda dan tidak memiliki akses untuk login dengan profil dewasa lain yang bisa mengubah setting ini.

Lalu bagaimana dengan Google ?
Sama saja, ada setelan penelusuran “SafeSearch Filter” atau “Filter Telusur Aman” yang bisa diaktifkan pada Google Search. Cara mengaktifkannya adalah :
Masuk ke Google.com atau Google.co.id dan klik [Setelan] untuk membuka kotak pilihan dan pilih [Setelan Penelusuran] (lihat gambar 7). [Contoh yang diberikan menggunakan akun menu Google berbahasa Indonesia]
Gambar 7, Mengatur "Setelan Penelusuran"

Anda akan membuka layar “Setelan Penelusuran” seperti pada gambar 8. Pada pilihan “Filter TelurusAman” atau “SafeSearch Filters” centang pilihan [Aktifkan TelusurAman]. Jangan lupa klik [Gembok TelusurAman] untuk mengunci settingan ini.
Gambar 8, Layar mengaktifkan Filter Telusur Aman

Anda akan mendapatkan proses aktivasi telusur aman seperti pada gambar 9 di bawah ini. Klik tombol [Gembok Telusur Aman] dan tunggu sampai proses selesai 100 % (lihat gambar 9)
Gambar 9, Layar Gembok Telusur Aman untuk mengaktifkan telusur aman

Jika aktivasi ini berhasil, maka pada layar pencarian Google akan muncul teks “SafeSearch is Locked” dan akan ada 3 buah bola berwarna biru, kuning dan merah yang menandakan SafeSearch atau Telusur Aman telah diaktifkan. (lihat gambar 10)
Gambar 10, Konfirmasi bahwa telusur aman telah diaktifkan

PENTING !!
Telusur aman ini harus diaktifkan di setiap peramban. Pastikan bahwa anda telah mengaktifkan Telusur Aman ini di setiap peramban dan batasi akses pengguna yang anda jaga supaya tidak mudah menginstal aplikasi / peramban baru.
Salam,

Alfons Tanujaya
info@vaksin.com
 
PT. Vaksincom
Jl. R.P. Soeroso 7AA
Cikini
Jakarta 10330
Ph : 021 3190 3800

Website : http://www.vaksin.com
http://www.virusicu.com
Fanpage : www.facebook.com/vaksincom
Twitter : @vaksincom
Share by: