Banner Kampanye Hitam Pilpres 2014

09 Juli 2014
Banner Kampanye Hitam Pilpres 2014
Selain berhasil menarik perhatian dunia dan beberapa kali menguasai trending topics di Twitter, capres yang mendapatkan like terbanyak di Facebook, antusiasme pemilih yang luar biasa di luar negeri seperti di Australia dikatakan antrian pemilih WNI yang ingin menggunakan hak pilih hanya bisa dikalahkan oleh antrian pembeli iPhone. Lalu di Jerman antrian WNI pemilih yang tidak goyah meskipun harus diterpa hujan, sampai-sampai bule yang melihat melongo dan berbaik hati memberikan payung bagi pemilih yang mengantri. Rupanya aksi mendukung salah satu calon presiden ini juga masuk ke ranah malware. Dalam beberapa hari terakhir ini Vaksincom banyak mendapatkan laporan kampanye hitam pada salah satu calon presiden yang muncul di iklan Adwords. Hebatnya, iklan ini sempat muncul pada situs-situs yang sangat populer di Indonesia seperti kaskus.com, kompas.com, detik.com dan semua situs populer yang memasang iklan banner. Tentunya pemilik situs kelimpungan dan panik karena dicap berpihak dan celakanya, iklan yang ditampilkan dapat dibilang sangat provokatif dan jika di klik akan membuka situs yang telah dipersiapkan http://hentikan*****wo.com. Menurut pantauan Vaksincom, iklan-iklan kampanye hitam tersebut meloading 3 gambar dari situs tersebut dengan nama gambar :
  •     Hentikan_*******.jpg
  •     Selamatkan_Indonesia.jpg
  •     *******_not_Muslim.jpg
Pada mulanya Vaksincom mengira bahwa hal ini disebabkan oleh adware sejenis Mobogenie yang memang marak mengganas di Indonesia dan bersama dengan Trojan internet banking paling banyak terdeteksi oleh Gdata. Namun setelah melalui pengetesan lebih jauh lagi, pada salah satu situs yang di tengarai menampilkan iklan kampanye hitam tersebut sampai saat ini iklan tersebut muncul pada semua perangkat, baik yang menggunakan Windows, Mac ataupun perangkat Android. Hal ini membuat ragu dan meskipun adnxs memang merupakan adware yang banyak beredar, namun agak tidak masuk akal jika seluruh komputer di dalam satu jaringan bisa terinfeksi oleh adware yang sama. Lalu Vaksincom mengecek router, apakah ada pengalihan DNS dan memastikan untuk menggunakan DNS Google yang selama ini cukup handal. Celakanya, meskipun sudah menggunakan DNS Google, kampanye hitam tersebut juga muncul sehingga disimpulkan masalah tidak disebabkan oleh DNS.

Jika bukan DNS dan malware, tentunya kesimpulan akhir ada pada pemasang iklan. Dan setelah diselidiki lebih jauh, iklan muncul dalam 2 bentuk. Pertama adalah banner dengan ukuran width 728 height 90 (lihat gambar 1)
20140709I_bannerkampanyehitam01
Gambar 1, Kampanye hitam yang muncul dalam bentuk banner 720 X 90
Dan satunya lagi adalah side banner dengan ukuran width 300 height 250 dengan sumber gambar mengambil secara acak dari 3 gambar situs yang disebutkan di atas (lihat gambar 2).
20140709I_bannerkampanyehitam02
Gambar 2, Kampanye hitam banner yang berpotensi memecah belah bangsa dan memicu saling serang antar kubu pendukung presiden.
Menurut pengamatan Vaksincom, iklan ini ditampilkan secara selektif dengan waktu yang ditentukan oleh pemasang iklan dan area iklan yang juga hanya tampil pada IP-IP Indonesia dan menurut pengetesan kolega Vaksincom di Singapura, iklan ini tidak tampil jika dilihat menggunakan IP Singapura.

Satu cara yang efektif untuk tidak terpapar oleh kampanye hitam ini adalah menggunakan program Ad blocker yang secara otomatis akan menghilangkan tmapilan iklan dari situs yang anda kunjungi. Pihak yang berwenang mungkin perlu mengadakan tindakan untuk mengidentifikasi dan menghentikan hal ini karena kampanye hitam berpotensi merugikan bangsa Indonesia yang ingin berpesta demokrasi memilih presidennya secara langsung besok.

Mari kita semua menjadi warga negara yang baik dan mengesampingkan cara-cara negatif untuk mencapai tujuan kita. Selamat mencapai Indonesia yang lebih baik.
Salam,


Alfons Tanujaya
info@vaksin.com

PT. Vaksincom
Jl. R.P. Soeroso 7A Kav.A
Cikini, Jakarta 10330
Website : http://www.vaksin.com
http://www.virusicu.com
Fanpage : www.facebook.com/vaksincom

Twitter : @vaksincom
Ph : 021 3190 3800
Share by: