Penipuan Online Ala Ponzi dalam PO Pre Order HP

18 September 2014
Penipuan Online ala Ponzi dalam PO Pre Order HP
Berharap iPhone terbang di langit, Mito di tangan dilepaskan
20140918I_ponziorder01
Image courtesy of http://slavesincstrip.com/
Skema Ponzi adalah kegiatan penipuan berkedok investasi dimana operator membayar hasil investasi dengan modal yang disetorkan oleh investor baru dan bukan dari hasil usaha. Operator Ponzi biasanya mengelabui investor baru dengan menawarkan hasil investasi yang jauh lebih tinggi dari investasi lainnya dan kebanyakan tidak masuk akal. Jika hal ini berlangsung, beberapa investor awal akan menerima imbal hasil yang luarbiasa untuk waktu singkat, namun pada akhirnya setelah tidak ada investor baru yang masuk, maka bagi hasil ini akan terhenti dan biasanya investor-investor yang terakhir dan jumlahnya luarbiasa banyak akan menjadi korban. Jahatnya skema Ponzi ini, ia akan membius korbannya dengan imbal hasil yang menggiurkan dan karena ada bukti imbal hasil tersebut dibayarkan beberapa kali, biasanya korbannya akan mempertaruhkan semua harta bendanya, tabungan keluarga, tabungan pendidikan anak, rumah dan pinjaman berbagai pihak. Banyak kasus korban Ponzi yang diceraikan oleh pasangannya, berhenti sekolah atau harus menjual harta bendanya karena ia sudah menyeret teman-teman dan saudaranya ke dalam investasi bodong ini. Karena itu para pengguna internet Indonesia dan para pelaku ekonomi, jangan mudah tergiur oleh imbal hasil yang luar biasa, kemungkinan besar anda sudah menjadi incaran skema Ponzi.

Masyarakat Indonesia terutama para usahawan yang bergerak di bidang jual beli telepon seluler belakangan ini digemparkan oleh penipuan yang juga memanfaatkan media online dan disinyalir menimbulkan kerugian sampai ratusan milyar rupiah. Penipuan yang ini lebih canggih dari pada penipuan toko online abal-abal mengingat nominal penipuan yang fantastis dari antara 5 juta rupiah sampai dengan milyaran rupiah per korban. Tentunya cukup mengejutkan kalau ada penipuan online yang korbannya per orang mencapai milyaran rupiah namun tidak terekspose. Wong penipu yang jualan sepeda Fixie saja sampai masuk koran dan berita online. Agak sulit juga membayangkan ada orang yang belanja online bisa tertipu sampai 2 milyar rupiah, apa dia membeli Lamborghini yang suratnya bodong dan dengan naifnya mentransfer 2 milyar ke penjual online yang sama sekali tidak dikenalnya, rasanya kasusnya tidak sesimpel itu. Untuk melihat lebih jauh, Vaksincom melakukan sedikit investigasi dan memberikan artikel ini supaya para pengguna internet Indonesia tidak mudah tertipu dan tergiur oleh janji-janji harga murah yang kalau toko online abal-abal menggunakan taktik hit and run, sekali pukul langsung kabur. Kalau yang ini menggunakan taktik cheat and run. Bedanya fish and run adalah korbannya dipancing terlebih dahulu dan diberikan barang yang dijanjikan yang akan memberikan untung fantastis, lalu setelah korbannya percaya dan merasa keuntungan besar sudah di depan mata sehingga mengalami gelap mata, tentu logika sudah tidak bekerja dan segala harta bendapun dipertaruhkan untuk mendapatkan keuntungan besar. Bukannya keuntungan besar yang didapatkan tetapi semua modalnya hilang karena ia sudah menjadi korban skema Ponzi.


Media online digunakan sebagai sarana komunikasi dan cakupannya tentu lebih luas dengan biaya lebih murah. Namun akibat negatif yang ditimbulkan jelas akan lebih lebih tinggi dibandingkan offline yang cakupannya lebih kecil. Ditimpali dengan banyaknya pengakses internet Indonesia yang termasuk newbie dan mayoritas masih belum bisa membedakan dengan baik mana situs yang asli dan mana yang bukan dan menganggap apa yang ditampilkan di halaman situs semuanya benar dan asli. Padahal seperti kita ketahui, mengkloning suatu situs sangat mudah, tidak memerlukan keahlian khusus dan banyak yang hanya bermodalkan klik kanan copy and paste.


Pre Order Handphone

Kalau ditanyakan hari ini, bisnis apa yang jaringannya bisa mengalahkan bisnis rokok ? Mungkin banyak orang yang akan bingung menjawab karena bisnis rokok yang berhasil mencetak banyak konglomerat memiliki pasar dan distribusi yang sangat luarbiasa besar. Tetapi karena perkembangan zaman, rupanya ada permintaan yang sangat tinggi pada suatu produk (jasa) dan bisa mengalahkan rokok. Jawabannya tidak lain adalah produk komunikasi atau seluler. Tidak seperti rokok yang memiliki peminat terbatas, perangkat komunikasi memiliki peminat tidak terbatas dan karena merupakan salah satu kebutuhan dasar dan tidak mengganggu kesehatan :p (kecuali kesehatan kantong jika terlalu boros pulsa) maka pasar seluler di Indonesia sangat luarbiasa. Menurut data terbaru dari Kominfo, jumlah telepon seluler sebanyak 270 juta perangkat di Indonesia bahkan lebih banyak dari jumlah penduduk Indonesia yang artinya banyak orang yang memiliki lebih dari satu perangkat seluler. Hal ini tentu saja membuat bisnis seluler tumbuh pesat, baik yang berjualan pulsa yang secara de facto lebih banyak jaringannya dari penjual rokok ataupun penjual perangkat seluler. Harga perangkat selulerpun sangat kompetitif dan margin keuntungan toko handphone dari setiap perangkat HP yang dijualnya sangat kecil, dibawah 3 % dari harga perangkat. Tentunya kalau ada HP dengan harga miring akan langsung disambar oleh penjual karena tingginya permintaan atas HP ini. Hal inilah yang mengilhami beberapa pelaku distribusi seluler yang memanfaatkan tingginya permintaan atas HP dengan harga miring, miringnya keterlaluan karena bisa lebih murah dari harga distributor. Praktek standar yang digunakan adalah memberikan harga 50 % dari harga resmi dengan sistem Pre Order dimana calon pembeli harus memberikan uang tanda jadi dalam jumlah tertentu dan saat waktu Pre Order sudah tiba maka HP akan dikirimkan setelah pembeli mengirimkan uang sisanya. Sebagai gambaran, tabel 1 dibawah adalah harga penawaran yang diberikan dalam praktek Ponzi ini. Dalam tabel terlihat bahwa harga PO (Pre Order) yang ditawarkan jauh lebih murah dari harga pasar dan bahkan lebih murah dari harga modal distributor. Namun syarat Pre Order ini adalah barang tidak akan langsung di dapatkan dan harus menunggu dan selama menunggu peminat harus mengirimkan uang DP untuk Pre Order. (lihat tabel 1)

Produk

Harga (Rp)

DP Pre Order

Harga Pasar

Samsung Galaxy Note 3

5 juta

2,45 juta

7,5

Smartfren Z

2,1 juta

900 rb

2,8 juta

Iphone 5

6,1 juta

3 juta

7,5 juta

Sony Experia Z1

5,1 juta

2,4 juta

7 juta

Tabel 1, Contoh penawaran Pre Order Seluler Ponzi
Guna menjaring lebih bnayak korban, distributor yang sudah menjalankan usahanya dari tahun 2009 ini sampai membuat satu Fan Page di Facebook dan hal ini terbukti efektif karena berhasil menjaring korban dari seluruh Indonesia. Lalu bagaimana ceritanya sampai ada korban yang tertipu sampai ratusan juta dan milyaran ?

Teknik Ponzi digunakan dimana guna meyakinkan korbannya akan bonafiditas distributor korban yang melakukan Pre Order akan dikirimi barang sesuai pesanannya dengan harga yang luar biasa miring. Dalam kasus ini seperti pengakuan pelaku ia melakukan teknik galob tulob alias gali lobang tutup lobang. Jadi untuk memenuhi order dari PO terdahulu ia menggunakan uang DP dari PO yang sekarang dimana penerima barang akan makin bernafsu dan menggandakan order Ponya. Secara tidak langsung korbannya akan terjerumus makin dalam, membayangkan keuntungan tidak wajar yang berlimpah banyak korban yang gelap mata, ibarat nyaleg mereka menggunakan uang tabungan keluarga, menjual harga benda sampai meminjam kepada rentenir karena menurut hitung-hitungan keuntungan lebih besar di depan mata. Namun sesuai hukum skema Ponzi, pada satu titik dimana uang dari peserta baru tidak ada lagi, maka penyelenggara Ponzi akan tidak mampu membayar keuntungan yang dijanjikan. Dalam hal ini uang untuk membeli HP murah sudah tidak ada dan terjadilah ledakan korban Ponzi PO HP ini. Pelaku memang berhasil ditangkap pihak yang berwenang dan sedang menjalani proses hukum, namun dapat dipastikan kerugian yang diderita oleh korban akan sulit kembali.


Cerdas berbisnis

Belajar dari kasus di atas, para pelaku ekonomi di Indonesia harusnya bisa peka dan cerdas dalam menjalankan bisnisnya. Kalau ada keuntungan yang luarbiasa di depan mata bagi semua orang, mengapa si penyedia produk / jasa tidak memanfaatkan sendiri saja dan ia menjadi kaya raya. Kok malah dibagi-bagi ke banyak orang. Tentunya hal ini menjadi pertanyaan besar. Namun psikologi manusia memang bermain disini, rekayasa sosial atas kelemahan manusia yang dijanjikan mendapatkan keuntungan besar dengan mengorbankan harta bendanya. Ibarat kata pepatah, berharap iPhone terbang dari Tiki, Mito di tangan dilepaskan.

Jangan mudah tergiur dengan HP harga murah yang tidak masuk akal, kemungkinannya hanya 3 :

  1.     Barang curian
  2.     Barang palsu / refurbish-an
  3.     Barang Ponzi-an


Jika anda mencurigai adanya skema Ponzi dan ingin berdiskusi atau membantu rekan-rekan supaya tidak menjadi korban, silahkan bergabung ke Group Konsultasi Vaksincom di https://www.facebook.com/groups/880787835284533/ atau email ke info@vaksin.com
Salam,


Alfons Tanujaya
info@vaksin.com

PT. Vaksincom
Jl. R.P. Soeroso 7A Kav.A
Cikini, Jakarta 10330
Website : http://www.vaksin.com
http://www.virusicu.com
Fanpage : www.facebook.com/vaksincom

Twitter : @vaksincom
Ph : 021 3190 3800
Share by: