HOME


  • Slide Title

    Seminar "Age of Ransomware, Surviving Internet Banking threat & Bulletproofing your digital asset with T-FA"

    Button
  • Slide Title

    Seminar "Age of Ransomware, Surviving Internet Banking threat & Bulletproofing your digital asset with T-FA"

    Button
PT. Vaksincom: Antivirus, Security and Data Recovery
Berita Utama
Setelah Vietnam Rose, para pengguna Facebook sejak awal tahun 2016 mengalami fenomena tak pernah terbayang akan jadi seperti ini. Akun Facebooknya tahu-tahu bergabung dengan dunia yang berbeda menjadi anggota FB group meskipun ia tidak pernah mendaftarkan diri atau menyetujui untuk bergabung dengan FB Group tersebut. Hebatnya lagi, group-group tersebut memiliki anggota ratusan ribu dan tidak sedikit yang memiliki lebih dari 300.000 anggota. Suatu hal yang sangat sulit dicapai kecuali anda selebriti papan atas atau politisi terkenal. Sebagai gambaran akun FB resmi Isyana Sarasvati saat ini “hanya” memiliki fans sebanyak 164.000 dan FB Basuki Tjahaja Purnama “hanya” mendapatkan 673.116 like. Lalu bagaimana rahasianya group yang tidak jelas ini ujung-ujungnya bisa memiliki member melebihi selebriti atau mayoritas politisi di Indonesia ?
Salah satu penyebabnya adalah karena kebijakan Facebook yang memperbolehkan sesama teman pengguna Facebook menambahkan temannya secara otomatis ke dalam group yang di ikutinya tanpa membutuhkan persetujuan dari pemilik akun yang bersangkutan. (lihat gambar 1)
Gambar 1, Kebijakan Facebook yang membolehkan pemilik akun Facebook menambahkan akun FB temannya ke group mana saja yang diikutinya tanpa perlu izin dari pemilik akun 

Kebijakan Facebook yang satu ini sebenarnya memang tak pernah terbayang akan jadi seperti ini pada akhirnya bagi sebagian pengguna Facebook, meskipun harus tegar dijalani. Meskipun cukup kontroversial dan sangat sering diprotes oleh para pengguna Facebook dengan 1001 cara karena merasa terganggu privasinya ketika ditambahkan ke dalam group tanpa sepengetahuan atau persetujuannya, (lihat gambar 2) namun sampai saat ini Facebook masih tetap kekeuh memperbolehkan hal tersebut dan kebijakan yang kontroversial ini kelihatannya dimanfaatkan untuk menggelembungkan jumlah anggota group Facebook.
Arsip
Cari artikel disini:
Artikel Terbaru :
Arsip :

▸ Support by Vaksincom
Selain menggunakan update signature database offline melalui media , Gdata Private bisa kita rubah agar dapat melakukan update secara offline melalui jaringan local/ workgroup. Cara ini cukup efisien guna menghemat bandwich internet dan mempercepat update virus signature database.  
Untuk melakukan setting ini diperlukan Jaringan Local yang saling terhubung Antar PC, Username dan Pasword untuk akses ke PC yang akan kita jadikan pusat update database (server private).koneksi internet hanya untuk verifikasi credentials login GDATA Private.
Berikut cara setting Update Offline Melalui LAN:
  • Setiing Export Virus Signatures Database
  • Pastikan PC yang di jadikan pusat update sudah memliki database terbaru
  • Eksport database terbaru dengan cara Buka menu setting {CTRL+O} pada Layar .............. Baca selengkapnya>>
▸ Tutorial G Data Offline Update on Youtube

▸ Tutorial Manual Instalasi dan Offline Update G Data

▸ G Data Antivirus

G Data Total Protection


On Facebook
Vaksin.com on Facebook
On Twitter
Find Us
PT. Vaksincom
Jl. R.P. Soeroso 7A Kav. A Cikini, Menteng
Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10330
Email : info@vaksin.com
Share by: