Right or Wrong is my Medsos

Alfons Tanujaya • March 24, 2021

Belajar dari kasus Dewa Kipas

Kalau soal kekompakan netizen Indonesia, kita patut berbangga dan mengacungi jempol. Right or Wrong is my country, begitu kira-kira yang ada di benak netizen Indonesia sampai menjadi netizen yang disegani (ditakuti) di dunia ini. Dalam beberapa kasus hal ini cukup menguntungkan bagi Indonesia seperti insiden tim bulutangkis Indonesia yang dilarang bermain di All England dan terkesan diperlakukan tidak adil dan diskriminatif, langsung akun BWF di Instagram, Twitter dan Facebook di serbu ramai-ramai oleh netizen Indonesia. Bahkan tagar #BWFunfair dan #BWFmustberesponsible langsung menggema di Twitter.

Demikian pula pengalaman yang dialami oleh Microsoft yang mengeluarkan survei Digital Civility Index dan menempatkan netizen Indonesia sebagai netizen yang tidak sopan, kontan kolom komentar di akun Instagram Microsoft diserbu oleh netizen Indonesia yang mempertanyakan hasil survei tersebut sampai-sampai Microsoft terpaksa menutup kolom komentar di akun Instagramnya karena kewalahan menghadapi serbuan netizen Indonesia.

Kasus terakhir yang ramai dan menjadi perhatian netizen Indonesia adalah kasus Dewa Kipas yang disinyalir melakukan kecurangan melawan Gotham Chess sehingga akun Dewa Kipas di blokir oleh Chess.com. Kontan akun youtube Gotham Chess diserbu netizen Indonesia sampai akun Gotham Chess terpaksa melakukan region block kepada netizen Indonesia sehingga netizen Indonesia tidak bisa mengakses konten Gotham Chess. Sebenarnya yang rugi dalam hal ini adalah Gotham Chess karena membatasi jumlah pengakses kontennya yang berpotensi memberikan penghasilan dari iklan di youtube, tapi mungkin karena tidak tahan dengan serbuan komentar netizen Indonesia hal tersebut terpaksa dilakukan. Namun akhirnya region blocking tersebut dibuka kembali setelah pertandingan Dewa Kipas dengan GMIW Irene Kharisma yang sedikit menguak dugaan apakah Dewa Kipas melakukan kecurangan atau tidak dalam pertandingannya dengan Gotham Chess.


Aset berharga dan masalahnya

Indonesia adalah negara dengan populasi nomor 4 terbesar di dunia dengan lebih dari 260 juta jiwa setelah China, India dan Amerika Serikat. Dan meskipun tidak semaju beberapa negara lain yang memiliki infrastruktur yang lebih baik, namun pengguna internet Indonesia mampu menempati peringkat 4 besar di dunia jauh melebihi pengguna internet di negara maju yang besar seperti Jepang, Rusia dan Jerman. (lihat gambar 1)

Gambar 1, Pengguna internet Indonesia terbesar nomor 4 di dunia

Bahkan untuk pengguna media sosial, netizen Indonesia memiliki posisi yang dominan di dunia dimana Indonesia adalah pengguna Facebook nomor 3 terbesar setelah India dan Amerika Serikat. Jadi memang jelas kalau pengguna internet Indonesia memegang peranan penting di dunia digital dan peran netizen Indonesia jelas harus diperhitungkan oleh siapapun yang ingin eksis di dunia digital.

Namun, banyaknya pengguna internet Indonesia selain menjadi aset yang berharga, dalam banyak kasus bisa menjadi bumerang dimana jika tidak dikelola dengan baik netizen Indonesia yang tidak terkontrol dan kurang mendapatkan informasi yang akurat malah salah dalam melakukan aksi geruduknya. Hal ini malah akan mencoreng nama Indonesia.

Kalau dalam kasus BWF penulis sepakat kalau badan bulutangkis dunia ini perlu diprotes karena memang aksi yang mereka lakukan sangat merugikan insan dan dunia bulutangkis Indonesia. Namun pada beberapa kasus seperti Digital Civility Index yang tinggi yang salah satunya disebabkan oleh karena tingkat penipuan yang tinggi di Indonesia tidak bisa diselesaikan dengan menggeruduk akun Instagram Microsoft.

Demikian pula dalam kasus Dewa Kipas yang secara statistik permainannya memang menunjukkan anomali yang luar biasa dan memiliki performa setara juara dunia catur. Bagi insan yang berkecimpung di dunia catur dapat melihat dengan sangat jelas bahwa hal ini tidak mungkin. Untuk memiliki kemampuan setara juara dunia catur, selain harus memiliki inteligensi yang sangat tinggi (IQ Magnus Carlsen juara dunia catur : 190) serta latihan catur secara sistematis dan konsisten tanpa henti selama 10.000 jam atau sekitar 10 tahun.

Masalahnya adalah informasi akurat mengenai hal ini terkadang tidak diketahui oleh netizen dan dengan keterbatasan informasi inilah netizen mengambil keputusan dan secara alamiah netizen akan membela siapapun yang dianggap sebagai pihak yang lemah dan tertindas, apalagi kalau yang ditindas orang Indonesia. Dalam kasus ini Gotham Chess dan Chess.com menindas Dewa Kipas. Atau Irene Kharisma menindas Dewa Kipas. Apalagi kalau korban “penindasan” tersebut memiliki penampilan yang kalem dan baik. Penampilan di era sosmed ini sering sekali memegang peranan yang lebih penting daripada faktor lain. Sebagai buktinya, dalam pertandingan catur Irene Kharisma vs Dewa Kipas, yang mendapatkan penambahan follower IG paling banyak bukan Irene Kharisma yang “hanya” bertambah menjadi 48.200 follower melainkan Chelsie Monica dari 9.000 an follower menjadi 98.300 follower. Tutur kata yang sopan dan penampilan yang menarik menjadi faktor yang sangat menentukan pada jaman digital ini. :)


Apa yang harus dilakukan ?

Kekompakan, kebanggaan dan kecintaan sebagai orang Indonesia memang menjadi hal yang sangat positif dan patut dipertahankan di era sosmed ini. Namun ancaman disinformasi seperti penyimpangan informasi, fakenews, hoax dan cybercrime sangat berpotensi mencoreng nama baik Indonesia dan menyebabkan kerugian bagi Indonesia. Karena itu pihak yang terkait dan netizen perlu menyadari hal ini dan bekerja keras memanfaatkan modal dasar yang besar ini sehingga bisa memberikan manfaat maksimal dan tidak menjadi bumerang.

Hal ini membutuhkan perhatian dari banyak pihak terkait seperti :

  • Kominfo dan pihak terkait di telko secara aktif menganalisa kelemahan sistem yang mengakibatkan masifnya aksi fraud seperti kartu isi ulang yang bisa dipakai berulang dan setiap kali di blokir pelaku kejahatan tinggal mengganti dengan kartu prabayar baru. Hal ini dapat diatasi dengan mengidentifikasi IMEI perangkat dan memblokir perangkat keras yang menyalahgunakan sistem prabayar.
  • Pihak call center atau institusi terkait yang sering menjadi sasaran phishing dan pemalsuan seperti call center bank dan layanan masyarakat untuk pro aktif dan tidak cukup hanya dengan melaporkan akun yang melakukan pemalsuan dan memblokirnya karena setiap kali di blokir akan muncul akun baru sehingga aksi blokir ini tidak efektif. Ada baiknya institusi terkait ini melakukan aksi pro aktif bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk megidentifikasi dan menangkap pelaku cybercrime yang sangat mempermalukan Indonesia ini. Pihak berwenang diharapkan memberikan dukungan dan menangkap pelaku kejahatan cyber serta memberikan hukuman yang keras supaya ada efek jera.

Dan terakhir kita sebagai netizen juga diharapkan untuk tidak membabi buta membela apa yang kelihatannya benar tanpa mengetahui lebih detail duduk permasalahan. Hati-hati terhadap penyesatan informasi dan informasi yang hanya diberikan sepotong / tidak lengkap untuk menyesatkan fakta yang ada. Jangan mudah tertipu oleh tampilan yang tidak berdosa, kelihatan seperti orang baik-baik yang tertindas sekalipun faktanya tidak seperti yang terlihat di permukaan. Hal ini akan mempermalukan orang Indonesia sendiri dan memberikan kesan kalau orang Indonesia itu tidak sopan, tidak sportif, kalau sudah salah sekalipun masih ngeyel dan tidak mau mengakui kesalahannya. Hal ini akan merugikan Indonesia sendiri dimana bangsa lain yang ingin berhubungan dengan Indonesia, baik dalam pariwisata, bisnis atau kerjasama lainnya. Mari kita manfaatkan kekuatan besar yang kita miliki ini dengan sebaik-baiknya untuk kemajuan Indonesia.


Salam,
Alfons Tanujaya

[email protected]


PT. Vaksincom
Jl. R.P. Soeroso 7AA
Cikini

Jakarta 10330
Ph : 021 3190 3800


Website : http://www.vaksin.com
Fanpage : 
www.facebook.com/vaksincom
Twitter : @vaksincom

Vaksincom Security Blog

Banner Hari Patch Sedunia: celah PHP2Shell CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619 pada PHP, daftar vers
By Alfons Tanujaya • October 23, 2026
PHP2Shell, dua celah kritis skor 9,2 di inti PHP, membuat server bisa diambil alih tanpa login. Cek versi PHP yang rentan, versi aman, dan alasan server di-takedown.
Kunci CA eMudhra bocor: Edge menolak sertifikat situs uji dengan peringatan NET::ERR_CERT_REVOKED
By Alfons Tanujaya • October 22, 2026
Delapan kunci privat CA eMudhra bocor dan bisa dihitung ulang siapa saja. Situs bank palsu bisa tampil dengan gembok. Ini risikonya dan yang harus Anda lakukan.
Situs BNI palsu berumur 4 jam meminta OTP pembatalan, jejak penipunya sejak April 2025
By Alfons Tanujaya • October 19, 2026
Penipu mengaku CS BNI mengirim SMS palsu berisi link situs phishing berumur 4 jam yang meminta "OTP pembatalan". Vaksincom bongkar modus & jejaknya sejak April 2025.
Ilustrasi kartu kredit dan kode QRIS untuk artikel kartu kredit dibobol lewat DANA QR tanpa OTP
By Alfons Tanujaya • September 22, 2026
Transaksi "DANA QR" misterius muncul di tagihan kartu kredit, sebagian tanpa OTP. Vaksincom mengurai modusnya, dugaan sumber kebocoran, dan langkah korban.
Halaman RansomHouse yang memuat Pertamina sebagai korban kebocoran data unit kilang
By Alfons Tanujaya • September 20, 2026
RansomHouse membocorkan lebih dari 6 GB data unit kilang Pertamina dari setidaknya 9 divisi. Data pensiunan, karyawan, dan vendor ikut terekspos. Analisa Vaksincom.
Ekstensi Chrome CRM WhatsApp yang membajak sesi WhatsApp Web untuk mengirim spam
By Alfons Tanujaya • August 13, 2026
Pesan judol terkirim dari akun sendiri tapi tak muncul di HP? Pelakunya ekstensi Chrome "CRM WhatsApp" yang membajak sesi WhatsApp Web. Ini cara mengatasinya.
Artikel Lainnya