Situs BNI Palsu Berumur 4 Jam, Jejak Penipunya Sejak April 2025
Penipu mengaku CS BNI menelepon sambil mengirim SMS palsu berisi link situs phishing. Situsnya baru berumur empat jam, tetapi jejak kit penipunya bisa ditelusuri sampai April 2025.

🎧 Dengar langsung rekaman teleponnya: percakapan 17 menit dengan "CS BNI" palsu ini dibongkar dalam seri Reel #NgerjainPenipu di Instagram @alfonstan. Tonton teaser "BNI di mana?" dan Episode 3: "Kok Tahu Data Saya?".
Ketika penipu yang menelepon duluan
Kapan seseorang paling mudah kena soceng? Jawabannya: ketika ia panik dan merasa sedang dibantu. Itulah yang dimainkan penipu yang menelepon Vaksincom pada Rabu, 14 Oktober 2026 sore.
Penipu mengaku sebagai petugas Card Center BNI. Yang membuatnya lain dari penipu kebanyakan, ia sudah memegang data yang lengkap: nama pemegang kartu, nomor telepon, bahkan nomor kartu kredit 16 digit yang ia bacakan sendiri di telepon. Bagi korban awam, ini sangat meyakinkan. "Kalau dia tahu nomor kartu saya, pasti dia orang bank." (Dengar momen penipu membacakan 16 digit nomor kartu di Episode 3 #NgerjainPenipu. Nomornya disensor.)
Faktanya tidak begitu. Bank tidak perlu membacakan nomor kartu Anda, dan penipu yang memegang nomor kartu justru menandakan data kartu tersebut sudah bocor entah dari mana. Dari mana bocornya belum bisa dipastikan, dan Vaksincom tidak akan berspekulasi soal itu.
Selama pembicaraan berlangsung, masuklah beberapa SMS ke HP Vaksincom. Semua masuk ke percakapan SMS dengan nama pengirim "BNI". Di sinilah jebakan sebenarnya dimulai.
Jebakan dua transaksi: satu asli, satu palsu

Tiga SMS dalam satu percakapan BNI: OTP asli Paper_id dan SMS palsu berisi link phishing. Kode OTP disensor Vaksincom.
Perhatikan tiga SMS di atas. Sekilas semuanya dari BNI. Padahal isinya menceritakan dua transaksi yang berbeda.
- Pukul 17.44, SMS ASLI dari BNI. Isinya kode OTP untuk transaksi Rp1.019.000 di Paper_id, berlaku 3 menit. SMS ini tidak berisi link apa pun, dan justru diawali peringatan "WASPADA PENIPUAN. JGN BERIKAN KODE OTP KPD SIAPAPUN TERMASUK PIHAK BNI."
- Pukul 17.47 dan seterusnya, SMS PALSU. Isinya "Trx credit card BNI IDR 3.023.000 di TokoPedia Berhasil. Jika bkn anda" lalu diikuti link cc-xx.my.id/BNI-batalkan_transaksi. SMS yang sama dikirim berulang kali.
Apa yang sebenarnya terjadi? Dengan data kartu yang sudah bocor, penipu mencoba berbelanja Rp1.019.000 di Paper_id. Transaksi ini tidak bisa selesai karena bank meminta OTP yang dikirim ke HP pemilik kartu. OTP inilah yang diincar penipu.
Maka tiga menit kemudian dikirimlah cerita palsu: transaksi Tokopedia Rp3 juta yang "berhasil". Nominal dan tokonya sengaja dibuat berbeda dan lebih besar supaya korban panik dan ingin segera "membatalkan". Ibaratnya pencuri yang sedang membongkar pintu belakang, lalu berteriak "kebakaran" di pintu depan supaya pemilik rumah lari ke arah yang salah.
Lalu mengapa SMS palsu bisa masuk ke percakapan yang sama dengan SMS asli BNI? Nama pengirim SMS berupa huruf (sender ID) bisa dipalsukan, sehingga SMS dari pihak lain bisa "menyelip" di antara SMS resmi bank. Bank Indonesia pun pernah menyampaikan bahwa SMS penipu bisa "menyelip di antara SMS bank", dalam konteks modus fake BTS (Tirto, 20 April 2025). Pelajarannya: nama pengirim dan letak SMS bukan jaminan pesan itu berasal dari bank.
Bedah situs: "membatalkan" yang justru menyetujui
Link di SMS terbaca "BNI-batalkan". Kalau diperhatikan baik-baik, aslinya tertulis BNl dengan L kecil dan bataIkan dengan i besar. Di layar HP, I besar dan l kecil terlihat sama persis. Ini trik huruf kembar yang klasik, dan domainnya pun .my.id, bukan bni.co.id.

Halaman depan situs BNI palsu di cc-xx.my.id dengan banner SR025 dan tiga tombol jebakan
Sekilas situsnya meyakinkan. Ada logo BNI, teks "BNI berizin dan diawasi OJK", bahkan banner promo SR025 di wondr yang memang promo resmi BNI pada 21 Agustus sampai 16 September 2026 (IDX Channel). Bahan asli dipakai supaya yang palsu terlihat asli. Ada tiga tombol jebakan: Blokir Kartu, Laporkan ke Bank Lain, dan Batalkan OTP.
Langkah 1: minta nomor kartu dan masa berlaku. Gambar kartu di layar ikut berubah saat nomor diketik, persis seperti aplikasi resmi. Tombolnya bertuliskan "Blokir sekarang", sehingga korban merasa sedang mengamankan kartunya. (Nomor kartu di gambar adalah data uji yang tidak valid.)

Langkah 1: form nomor kartu dan masa berlaku (data uji tidak valid)
Langkah 2: minta CVV. Gambar kartu otomatis "dibalik" untuk menunjukkan letak CVV. Nomor kartu, masa berlaku dan CVV sudah cukup untuk berbelanja online atas nama korban.

Langkah 2: form CVV, gambar kartu dibalik
Langkah 3: bikin panik. Muncul tulisan "Blokir kartu sedang di proses" dan "ada transaksi yang sedang berlangsung, apakah ingin dibatalkan?" Pilihannya hanya satu: "Ya, Batalkan".

Langkah 3: notifikasi blokir kartu dan tombol "Ya, Batalkan"
Langkah 4: minta OTP, lengkap dengan hitung mundur. Judulnya "Kode Pembatalan Transaksi" dan ada timer supaya korban terburu-buru. Inilah inti penipuannya. Tidak ada yang namanya OTP pembatalan. OTP dari bank adalah kode untuk menyetujui transaksi. OTP yang diketik di sini akan dipakai penipu untuk menyelesaikan transaksi Rp1.019.000 di Paper_id tadi.

Langkah 4: form OTP dengan hitung mundur
Langkah 5: "Transaksi berhasil dibatalkan". Korban dibuat lega, padahal yang terjadi sebaliknya. Kalimat "mohon tunggu OTP berikutnya" menandakan penipu siap menguras lagi. Semakin banyak OTP diberikan, semakin banyak transaksi yang lolos.

Langkah 5: halaman "transaksi berhasil dibatalkan"
Temuan Vaksincom SiteIntel Phishing Analyzer: bukan cuma nasabah BNI
Situs ini kemudian dibedah dengan Vaksincom SiteIntel Phishing Analyzer, alat analisa situs phishing yang dikembangkan Vaksincom, saat situsnya masih aktif. Hasilnya menunjukkan kit penipuan ini jauh lebih luas dari sekadar "blokir kartu BNI".
- Layar tiruan: 7 layar, dari halaman depan sampai "transaksi berhasil dibatalkan".
- Data yang diincar: nomor kartu, masa berlaku, CVV, dan OTP.
- Bank sasaran: 15 pilihan bank: BRI, BNI, Mandiri, BCA, Permata, Danamon, Mega, Panin, OCBC NISP, HSBC, Maybank, Allo Bank, CIMB Niaga, Digibank (DBS), dan "Lainnya".
- Jalur khusus: halaman tersendiri untuk KlikBCA dan KlikBCA Bisnis.
- Lembaga yang dicatut: Bank Indonesia, OJK, LPS.
- Bahan daur ulang: banner promo SR025 BNI dan sisa judul "BNI Agen46 SPEKTA", program resmi BNI (BNI Experience).
- Tujuan data: server penipu sendiri, bukan server bank mana pun.

Halaman Bank Indonesia palsu untuk menu "Laporkan ke Bank Lain"
Yang paling berani adalah menu "Laporkan ke Bank Lain". Menu ini membuka halaman berlogo Bank Indonesia, lalu korban diminta memilih bank. Artinya satu situs "BNI" ini sebenarnya dirancang untuk menjaring nasabah bank apa saja. Nasabah bank lain yang merasa "saya bukan nasabah BNI, jadi aman" sebaiknya berpikir dua kali.
Benang merah: penipu ini bukan pemain baru
Situs cc-xx.my.id didaftarkan pada 14 Oktober 2026 pukul 13.42 WIB. SMS palsu berisi link-nya masuk ke HP Vaksincom pukul 17.47 di hari yang sama. Jadi situs ini baru berumur sekitar empat jam ketika dipakai menipu. Pada 18 Oktober 2026 halaman penipuannya sudah hilang dari server, tetapi domainnya masih aktif dan bisa dipakai lagi kapan saja.
Pola seperti ini bisa disebut "domain sekali pakai": dibuat, dipakai menipu, lalu ditinggalkan sebelum sempat diblokir. Yang menarik, di dalam situs itu Vaksincom menemukan jejak dua situs penipuan lain yang lebih tua.
- Oktober 2026 · cc-xx.my.id · tema "Batalkan Transaksi" BNI, menyasar 15 bank · halaman hilang, domain masih aktif.
- Januari 2026 · jso-ksh.my.id · tema "Amankan UOB" · didaftarkan 21 Jan 2026, ditangguhkan 28 Jan 2026.
- April 2025 · bb-lk.cfd · tema "Batalkan Pembelian" · sudah tidak ada.
Fakta yang ditemukan:
- Halaman kartu di situs BNI palsu ini adalah salinan dari halaman di bb-lk.cfd yang aktif April 2025.
- Halaman "bank lain" di situs BNI palsu ini masih menyimpan sisa halaman dari situs bertema UOB di jso-ksh.my.id.
- Ketiga nama domain memakai pola yang sama: huruf acak, tanda hubung, huruf acak, dengan domain murah (.cfd dan .my.id).
Dugaan yang belum terbukti dan perlu dikonfirmasi penyidik:
- Ketiga situs berasal dari satu "keluarga" kit, atau bahkan satu kelompok pelaku, yang beroperasi setidaknya 18 bulan, dari April 2025 sampai Oktober 2026.
- Setiap kali diblokir, pelaku pindah ke domain dan penyedia hosting baru, dengan kit yang sudah siap pakai sebelum domain didaftarkan.
- Kit ini tambal-sulam dari beberapa situs penipuan lain, sehingga ada indikasi kit tersebut beredar dan dipakai ulang.
Siapa pelakunya? Jujur saja, identitas pelaku tidak bisa dipastikan dari luar. Namun jejak-jejak di atas cukup untuk menjadi titik awal penyidikan. Data pendaftaran domain, akun hosting, nomor telepon penipu (0838-7040-xxxx, nomor lengkap sudah disiapkan untuk aparat), dan catatan transaksi Paper_id hanya bisa dibuka melalui permintaan resmi aparat penegak hukum kepada penyedia masing-masing. Kalau data dari beberapa penyedia ini beririsan, misalnya email, nomor HP atau cara pembayaran yang sama, itulah bukti kuat bahwa pelakunya satu.
Situs berumur jam pun bisa diblokir

Webroot Web Threat Shield memblokir situs cc-xx.my.id sebagai Phishing Site
Ada kabar baiknya. Di komputer Vaksincom, situs ini langsung diblokir oleh Webroot Web Threat Shield dengan kategori "Phishing Site", sebelum satu data pun sempat diisi. Padahal umur situsnya baru hitungan jam.
Ini penting karena daftar blokir manual selalu kalah cepat dari domain baru. Ketika satu domain diblokir, sepuluh domain baru sudah menunggu. Mengandalkan "saya kenal alamat situs bank saya" juga tidak cukup, karena namanya bisa dibuat mirip dengan trik huruf kembar seperti BNl tadi.
Yang perlu dilakukan masyarakat
- Ingat, OTP adalah kode persetujuan transaksi. Tidak ada "OTP pembatalan". Siapa pun yang meminta OTP untuk "membatalkan" transaksi adalah penipu.
- BNI tidak pernah meminta informasi rahasia nasabah seperti PIN, password atau OTP dalam kondisi apa pun, dan tidak mengirim link verifikasi lewat SMS atau aplikasi pesan (CNBC Indonesia, 6 Mei 2026).
- Ada SMS transaksi yang tidak dikenal? Jangan klik link-nya. Periksa sendiri melalui aplikasi resmi atau hubungi BNI Call 1500046.
- Penelepon tahu nomor kartu Anda? Justru waspada. Itu tanda data Anda sudah bocor, bukan tanda ia petugas bank.
- Terlanjur mengisi data kartu di situs palsu? Segera blokir kartu melalui kanal resmi bank.
- Pasang proteksi web yang mampu memblokir situs phishing secara otomatis, termasuk yang baru dibuat.
Pekerjaan rumah bagi industri
Kasus ini juga menunjukkan bahwa pengamanan tidak bisa dibebankan kepada nasabah saja. Nama pengirim SMS yang bisa dipalsukan, domain yang bisa didaftarkan dan dipakai menipu dalam hitungan jam, dan data kartu kredit lengkap yang sudah di tangan penipu adalah masalah yang perlu dibenahi bersama oleh operator seluler, penyedia domain dan hosting, serta penerbit kartu.
Pertanyaannya bukan lagi apakah data kartu kita aman, tetapi apakah kita siap ketika penipu menelepon dengan data yang lengkap dan cerita yang meyakinkan.
Salam,
Alfons Tanujaya
📲 Jangan ketinggalan episode berikutnya. Rekaman lengkap telepon "CS BNI" ini sedang dibongkar episode demi episode dalam seri #NgerjainPenipu. Follow @alfonstan di Instagram untuk peringatan modus penipuan terbaru.
Untuk media
- Seluruh tangkapan layar SMS dan situs berasal langsung dari perangkat Vaksincom pada 14 Oktober 2026. Kode OTP disensor dengan logo Vaksincom, dan nomor kartu pada form adalah data uji yang tidak valid.
- Rekaman telepon penipu ditayangkan dalam seri Reel #NgerjainPenipu di Instagram @alfonstan.
- Gambar boleh digunakan dengan mencantumkan sumber: Vaksincom.
- Wawancara dan permintaan data tambahan: [email protected] · Instagram @alfonstan · @vaksincom.official
Sumber
- Tirto, 20 April 2025: BI ungkap bahaya penipuan online via smishing dengan fake BTS
- IDX Channel, 1 September 2026: BNI tawarkan Sukuk Ritel SR025 lewat wondr
- CNBC Indonesia, 6 Mei 2026: BNI imbau nasabah jaga data sensitif
- BNI Experience: SPEKTA BNI Agen46
- Data pendaftaran domain cc-xx.my.id dan jso-ksh.my.id: PANDI, dicek 14 dan 18 Oktober 2026
Vaksincom Security Blog






