SIM Card bisa jadi "Harta yang paling berharga"

Alfons Tanujaya • January 17, 2020

Kartu SIM, harta paling berharga di jaman digital

Dalam kasta pengamanan transaksi dengan TFA Two Factor Authentication, sebenarnya TFA menggunakan jaringan operator seperti SMS atau USSD Unstructure Supplementary Service Data untuk mengirimkan OTP One Time Password termasuk kategori pengamanan transaksi dengan tingkat keamanan yang lebih lemah dari TFA metode lain seperti menggunakan kalkulator Token atau apps seperti Google Authenticator. Sebabnya adalah karena TFA tersebut melibatkan pihak ketiga yaitu operator dan jaringannya dalam mengirimkan OTP One Time Password yang digunakan untuk otorisasi transaksi. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengakali TFA menggunakan nomor telepon seperti mengambil alih nomor telepon SIM Swap, menggunakan malware untuk mencuri TFA yang masuk sampai resiko daur ulang kartu SIM.

Tetapi faktanya justru TFA memanfaatkan jaringan seluler menjadi TFA yang paling populer dan paling banyak diadopsi oleh layanan finansial dan verifikasi yang membutuhkan pengamanan ekstra karena alasan kepraktisan, biaya dan penetrasi yang lebih unggul dari dua metode di atas. Sebut saja Visa dan Master Card yang memanfaatkan USSD dalam pengiriman OTP guna mengamankan transaksi kartu kredit online, lalu layanan non finansial seperti akun Gmail atau media sosial seperti Facebook, Twitter dan lainnya juga menambahkan TFA dengan memanfaatkan pengiriman OTP ke nomor telepon yang telah di daftarkan terlebih dahulu. Terakhir malah layanan dompet digital yang bukan hanya memanfaatkan nomor telepon sebagai sarana OTP tetapi justru nomor telepon tersebut dijadikan sebagai identitas utama dan tidak seperti layanan perbankan dimana identitas utama masih tanda pengenal KTP, dompet digital bahkan tanpa perlu KTP sudah cukup untuk membuka / mengambil alih akun dan menggunakan layanan dompet digital. Pada awalnya kemunculan dompet digital memang dianggap tidak terlalu membutuhkan pengamanan yang terlalu tinggi karena saldonya yang relatif rendah dibawah 2 juta dan nominal penggunaannya yang tidak besar. Namun rupanya penetrasi dompet digital ini sangat berhasil dan mulai mengundang kriminal untuk mengeksploitasi kelemahan pengamanannya.

Makin tinggi pohon tumbuh menjulang, makin kencang angin menerpa. Pengamanan transaksi yang secara teori aman ini mulai dieksploitasi dan dicari kelemahannya. Mulai dari kasus SIM Swap yang dialami oleh CEO Twitter Jack Dorsey menjadi korban, sampai dengan kasus fraud transaksi kartu kredit dan layanan finansial yang memanfaatkan nomor HP yang telah di daur ulang dan lupa di nonaktifkan layanan TFA yang melekat pada kartu SIM tersebut oleh pemilik sebelumnya sehingga mengakibatkan kerugian puluhan juta bagi pemilik kartu kredit yang teledor tersebut. Eksploitasi terhadap kelemahan TFA melalui telepon selular ini bahkan dapat dilakukan tanpa mengambil alih kartu SIM dimana pada kasus pengambilalihan akun dompet digital seperti Gopay dan OVO, cukup hanya mendapatkan kode OTP saja sudah bisa mengambil alih akun tersebut dan pemilik akun hanya bisa gigit jari merelakan saldo dompet digitalnya dikuras. Dalam beberapa kasus bahkan kriminal memanfaatkan pengiriman USSD yang biasanya hanya bis dilakukan oleh provider telko guna mendukung rekayasa sosial dalam mengelabui calon korbannya guna mendapatkan kode OTP pengambilalihan akun.


Scam Gojek memanfaatkan USSD
Pembuat aplikasi harusnya menyempurnakan metode pengamanan akun dompet digital yang lemah seperti dimungkinkannya dompet digital ini diambil alih dengan rekayasa sosial yang simpel seperti memalsukan diri sebagai provider dan menghubungi pemilik akun guna meminta nomor OTP untuk memindahkan akun.
Penyedia layanan dompet digital dapat melakukan banyak hal seperti freeze period setiap kali terjadi perpindahan akun akun, menambahkan informasi tambahan selain nomor telepon setiap perpindahan akun, pengiriman OTP yang tidak otomatis tetapi diawali dengan peringatan atau konfirmasi awal dan melakukan seleksi lebih ketat terhadap driver yang dapat mengakses layanan yang sering dijadikan sasaran fraud.
Sedangkan bagi konsumen, sudah saatnya anda menyadari bahwa kartu SIM yang sangat murah harganya dan bisa didapatkan dengan harga sepuluh ribu saja bisa menjadi harta yang tidak ternilai dan mengakibatkan kerugian finansial luarbiasa jika sudah dikaitkan dengan layanan TFA. Jaga SIM card anda dengan baik dan lakukan langkah seksama menonaktifkan TFA pada semua akun yang terkait sebelum menonaktifkan kartu SIM tersebut karena selain adanya kemungkinan fraud, bisa saja nomor telepon tersebut di daur ulang oleh provider. Dan kabar buruknya, anda tetap harus bertanggung jawab atas semua transaksi yang terjadi pada TFa yang terkait pada nomor SIM tersebut.

Salam,
Alfons Tanujaya

PT. Vaksincom
Jl. R.P. Soeroso 7AA
Cikini
Jakarta 10330
Ph : 021 3190 3800

Vaksincom Security Blog

Banner Hari Patch Sedunia: celah PHP2Shell CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619 pada PHP, daftar vers
By Alfons Tanujaya • October 23, 2026
PHP2Shell, dua celah kritis skor 9,2 di inti PHP, membuat server bisa diambil alih tanpa login. Cek versi PHP yang rentan, versi aman, dan alasan server di-takedown.
Kunci CA eMudhra bocor: Edge menolak sertifikat situs uji dengan peringatan NET::ERR_CERT_REVOKED
By Alfons Tanujaya • October 22, 2026
Delapan kunci privat CA eMudhra bocor dan bisa dihitung ulang siapa saja. Situs bank palsu bisa tampil dengan gembok. Ini risikonya dan yang harus Anda lakukan.
Situs BNI palsu berumur 4 jam meminta OTP pembatalan, jejak penipunya sejak April 2025
By Alfons Tanujaya • October 19, 2026
Penipu mengaku CS BNI mengirim SMS palsu berisi link situs phishing berumur 4 jam yang meminta "OTP pembatalan". Vaksincom bongkar modus & jejaknya sejak April 2025.
Ilustrasi kartu kredit dan kode QRIS untuk artikel kartu kredit dibobol lewat DANA QR tanpa OTP
By Alfons Tanujaya • September 22, 2026
Transaksi "DANA QR" misterius muncul di tagihan kartu kredit, sebagian tanpa OTP. Vaksincom mengurai modusnya, dugaan sumber kebocoran, dan langkah korban.
Halaman RansomHouse yang memuat Pertamina sebagai korban kebocoran data unit kilang
By Alfons Tanujaya • September 20, 2026
RansomHouse membocorkan lebih dari 6 GB data unit kilang Pertamina dari setidaknya 9 divisi. Data pensiunan, karyawan, dan vendor ikut terekspos. Analisa Vaksincom.
Ekstensi Chrome CRM WhatsApp yang membajak sesi WhatsApp Web untuk mengirim spam
By Alfons Tanujaya • August 13, 2026
Pesan judol terkirim dari akun sendiri tapi tak muncul di HP? Pelakunya ekstensi Chrome "CRM WhatsApp" yang membajak sesi WhatsApp Web. Ini cara mengatasinya.
Artikel Lainnya