Scam BPJS

Alfons Tanujaya • August 29, 2018

Scam mencatut BPJS Kesehatan

Mereka yang bekerja antara tahun 1990 dan 2018 memiliki hak untuk menarik Rp. 21 juta dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Cari tahu apakah anda termasuk dalam daftar orang-orang yang memiliki hak untuk menarik dana ini:

https://mobr.info/bpjs

Scam BPJS yang menyebar di Whatsapp

 Kembali iming-iming mendapatkan uang, kali ini sebesar Rp. 21 juta digunakan sebagai umpan untuk menarik para pengguna Whatsapp. Institusi yang dijadikan sebagai sasaran SCAM adalah BPJS dimana dapat dipastikan hampir semua pekerja di Indonesia merupakan anggota BPJS dan termasuk ke dalam orang yang berhak untuk menarik dana dari BPJS.

Jika anda tertipu oleh scam ini maka anda akan diminta untuk mengisi survei bohongan yang sebenarnya merupakan kamuflase karena setiap layar survei akan dipenuhi oleh iklan yang jika di klik akan memberikan keuntungan finansial bagi pembuat scam ini. Setelah itu, anda juga akan diminta untuk mengirimkan informasi ini kepada kontak-kontak Whatsapp anda. Jika anda selesai mengerjakan tugas yang diberikan, bukan cara mendapatkan Rp. 21 juta dari BPJS seperti yang dijanjikan yang akan anda dapatkan, melainkan survei dan iklan lain yang akan muncul. Bahkan terkadang situs phishing yang berpotensi mencuri kredensial anda seperti yang diperingatkan oleh Webroot. (lihat gambar 2)

Peringatan atas ancaman resiko sekuriti dan malware oleh situs yang ditampilkan oleh offerzone

Detail scam

Scam ini akan menggunakan tampilan yang meyakinkan yang diambil langsung dari situs BPJS Kesehatan yang menggunakan gambar pesohor Ade Rai seperti pada gambar 3

Situs asli BPJS Kesehatan dengan bintang iklan Ade Rai dikloning untuk meyakinkan korbannya

Sebagai gambaran, jika kode

Setelah mendapatkan kepercayaan korbannya, lalu mereka akan digiring untuk mengisi survei yang mudah dan apapun jawabannya, tidak akan berpengaruh karena memang survei ini hanya akal-akalan untuk menampilkan iklan (dengan harapan di klik oleh korbannya) dan juga supaya makin meyakinkan korbannya. Ada 3 pertanyaan yang ditanyakan oleh scam ini : (lihat gambar 4)


  1. Apakah Anda lebih dari 18 tahun?
  2. Sudahkah anda bekerja antara 1991 dan 2018 ?
  3. Saat ini, Apakah anda bekerja ?

Survei abal2 yang muncul sebenarnya bertujuan menampilkan iklan yang memberikan keuntungan finansial bagi pembuat scam

Sebagai langkah pamungkas, korbannya akan dikelabui untuk menyebarkan informasi ini ke kontak Whatsappnya dengan iming-iming korbannya akan mendapatkan konfirmasi dari BPJS melalui SMS dalam 2-5 menit. Tidak lupa tampilan layar [BAGIKAN] berwarna hijau dengan panel yang akan penuh jika informasi ini sudah dibagikan 3 kali (lihat gambar 5). Menurut pengetesan Vaksincom, sekalipun anda tidak mengirimkan pesan yang diminta ke kontak Whatsapp anda dan hanya mengklik tombol bagikan, panel tetap akan terisi.

Tombol [BAGIKAN] jika di klik akan membuat panel di bawah penuh tanpa harus mengirimkan pesan ke WhatsApp

Kesimpulan dan Saran

Persaingan mencari klik iklan makin ketat dan makin sulit, dan para pebisnis iklan perlu mencari cara yang kreatif supaya iklan yang dikelolanya mendapatkan klik yang banyak. Namun ada rambu-rambu dan norma sosial yang perlu selalu dipegang seperti kejujuran dan tidak menghalalkan cara untuk mencapai tujuan. Terkadang aksi satu atau dua pebisnis iklan yang nakal mengakibatkan pemain yang lain menjadi korban sehingga perlu dilakukan tikdakan yang tegas kepada pihak yang menghalalkan cara seperti menggunakan scam / penipuan guna mendapatkan klik iklan.

Perusahaan pemasang iklan yang iklannya muncul dalam scam ini sebaiknya mengevaluasi vendor penampil iklan karena iklan perusahaan yang tampil dalam scam sangat berpotensi merusak citra perusahaan karena scam adalah tindakan kriminal dan tidak terpuji. Jika perusahaan pemasang iklan mendiamkan hal ini, akan muncul kesan negatif bahwa perusahaan pemasang iklan merupakan pendukung aksi scam yang tidak segan menghalalkan cara untuk mencapai tujuannya termasuk menggunakan scam guna menarik pengunjung.

Bagi anda yang sering menerima kiriman apalagi yang meminta anda untuk membagikan ke kontak Whatsapp atau media sosial anda, sebaiknya berpikir matang-matang sebelum melakukan hal ini karena selain diri anda yang berpotensi menjadi korban, anda juga bisa membuat teman yang anda kirimi scam menjadi korban kejahatan.

Salam,
Alfons Tanujaya

PT. Vaksincom
Jl. R.P. Soeroso 7AA
Cikini
Jakarta 10330
Ph : 021 3190 3800

Vaksincom Security Blog

Banner Hari Patch Sedunia: celah PHP2Shell CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619 pada PHP, daftar vers
By Alfons Tanujaya • October 23, 2026
PHP2Shell, dua celah kritis skor 9,2 di inti PHP, membuat server bisa diambil alih tanpa login. Cek versi PHP yang rentan, versi aman, dan alasan server di-takedown.
Kunci CA eMudhra bocor: Edge menolak sertifikat situs uji dengan peringatan NET::ERR_CERT_REVOKED
By Alfons Tanujaya • October 22, 2026
Delapan kunci privat CA eMudhra bocor dan bisa dihitung ulang siapa saja. Situs bank palsu bisa tampil dengan gembok. Ini risikonya dan yang harus Anda lakukan.
Situs BNI palsu berumur 4 jam meminta OTP pembatalan, jejak penipunya sejak April 2025
By Alfons Tanujaya • October 19, 2026
Penipu mengaku CS BNI mengirim SMS palsu berisi link situs phishing berumur 4 jam yang meminta "OTP pembatalan". Vaksincom bongkar modus & jejaknya sejak April 2025.
Ilustrasi kartu kredit dan kode QRIS untuk artikel kartu kredit dibobol lewat DANA QR tanpa OTP
By Alfons Tanujaya • September 22, 2026
Transaksi "DANA QR" misterius muncul di tagihan kartu kredit, sebagian tanpa OTP. Vaksincom mengurai modusnya, dugaan sumber kebocoran, dan langkah korban.
Halaman RansomHouse yang memuat Pertamina sebagai korban kebocoran data unit kilang
By Alfons Tanujaya • September 20, 2026
RansomHouse membocorkan lebih dari 6 GB data unit kilang Pertamina dari setidaknya 9 divisi. Data pensiunan, karyawan, dan vendor ikut terekspos. Analisa Vaksincom.
Ekstensi Chrome CRM WhatsApp yang membajak sesi WhatsApp Web untuk mengirim spam
By Alfons Tanujaya • August 13, 2026
Pesan judol terkirim dari akun sendiri tapi tak muncul di HP? Pelakunya ekstensi Chrome "CRM WhatsApp" yang membajak sesi WhatsApp Web. Ini cara mengatasinya.
Artikel Lainnya