28 domain email pemerintah Indonesia bocor (Laporan Dark Tracer 2 dari 4)

Alfons Tanujaya • May 9, 2022

28 domain email pemerintah Indonesia bocor

Laporan DarkTracer Q1 2022 (artikel 2 dari 4)

Berdasarkan data Dark Tracer yang diolah oleh lab Vaksincom, ada lebih dari 28 domain dan subdomain institusi pemerintah Indonesia yang mengalami kebocoran data kredensial mailserver. Kebocoran kredensial email perlu mendapatkan perhatian ekstra karena dengan kredensial email yang bocor tersebut, maka peretas dapat mengakses mailserver institusi secara sah dan mengirimkan email menggunakan akun email yang bocor tersebut. Hal ini akan mampu menembus perlindungan antispam yang canggih sekalipun seperti SPF, DKIM dan DMARC. Dan bukan salah program antispamnya yang tidak mampu mendeteksi spam tetapi karena memang email itu dikirimkan dari IP dan domain email yang sah sehingga diloloskan oleh antispam. (lihat gambar 1)

Gambar 1, eksploitasi email salah satu domain institusi pemerintah yang digunakan untuk mengirimkan spam yang akan lolos blokiran program antispam.

Jika klaim Dark Tracer bahwa kebocoran kredensial terjadi karena aksi malware, maka malware yang dimaksudkan adalah trojan yang menjalankan aksi mencuri ketukan keyboard atau dikenal dengan istilah keylogger. Trojan bisa masuk ke perangkat anda ketika anda menginstal perangkat lunak bajakan (crack), menumpang freeware dimana ia akan ikut terinstal secara otomatis ketika anda menginstal freeware tersebut atau ketika anda ingin menonton konten video bajakan dan diminta untuk menyetujui instalasi aplikasi tertentu sebagai syarat untuk melihat konten bajakan tersebut. Untuk mencegah menjadi korban trojan keylogger, anda harus melindungi perangkat komputer anda dengan antivirus yang memiliki fitur identity protection dan online protection yang TETAP akan melindungi dari pencurian kredensial / keylogging sekalipun trojan tersebut berhasil menginfeksi perangkat anda dan berusaha menjalankan aksinya karena semua ketukan keyboard anda akan dilindungi dengan enkripsi. (lihat gambar 2)

Gambar 2, Pastikan perangkat anda dilindungi oleh antivirus yang memiliki kemampuan menjaga perangkat keras anda dari aksi pencurian password.

Kebocoran kredensial email yang domain/subdomain institusi pemerintah dan swasta perlu mendapatkan perhatian khusus karena email yang dikirimkan menggunakan akun email yang bocor tersebut tersebut selain akan lolos dari saringan antispam, email tersebut juga terpercaya dan penerimanya akan mudah terkecoh menjadi korban rekayasa sosial mengatasnamakan lembaga yang bersangkutan. Meskipun secara teknis korban rekayasa sosial kurang teliti dengan rekayasa sosial yang menimpanya, namun sebenarnya kebocoran kredensial email ini memungkinkan terjadinya rekayasa sosial menggunakan mailserver tersebut yang seharusnya dijaga dengan baik oleh administrator. Jadi selain meminta korban rekayasa sosial untuk ekstra hati-hati menerima email phishing, pengelola mailserver juga memiliki kewajiban untuk mengamankan mailservernya dari aksi pengambilalihan akun seperti dengan mengaktifkan pelrindungan TFA / OTP untuk pengakses mailserver dari perangkat, peramban atau mailclient baru.


Adapun daftar mailserver institusi pemerintah yang mengalami kebocoran menurut Dark Tracer adalah sebagai berikut :

  1. mail.kemenag.go.id (326)
  2. mail.polri.go.id (114)
  3. mail.atrbpn.go.id (104)
  4. mail.bps.go.id (100)
  5. sakti.mail.go.id (96)
  6. webmail.kemenkeu.go.id (85)
  7. mailhost.bpd.go.id (84)
  8. mail.jabarprov.go.id (79)
  9. email.pajak.go.id (46)
  10. mail.go.id (37)
  11. mail.kemendikbud.go.id (25)
  12. mail.dephub.go.id (21)
  13. mail.customs.go.id (20)
  14. mail.esdm.go.id (14)
  15. mail.kejaksaan.go.id (13)
  16. mail.kemenkumham.go.id (13)
  17. webmail.bnn.go.id (13)
  18. email.jakarta.go.id (11)
  19. mail.bppt.go.id (11)
  20. mail.pertanian.go.id (11)
  21. mail.ojk.go.id (10)
  22. mail.kemsos.go.id (7)
  23. mail.pom.go.id (7)
  24. mail.bkkbn.go.id (6)
  25. webmail.kpu.go.id (6)
  26. mail.bpk.go.id (5)
  27. mail.kemenpppa.go.id (5)
  28. mail.pu.go.id (4)


Dengan kredensial yang bocor ini, peretas dapat melakukan spamming menggunakan mail server dari kredensial yang bocor dan memalsukan identitas pengirim sedemikian rupa sehingga mendapatkan legitimasi dan lolos dari saringan antispam. Jika dikombinasikan dengan rekayasa sosial dan situs phishing akan dengan mudah mengecoh korbannya baik untuk mendapatkan kredensial lain ataupun mendapatkan keuntungan lain seperti keuntungan finansial.


Harusnya kebocoran data ini dapat dijadikan sebagai salah satu faktor pertimbangan dan penilaian pemilik kredensial. Sebagai contoh jika yang bersangkutan adlaah ASN, hal ini menunjukkan bahwa ia kurang melindungi aset digitalnya dengan baik, bagaimana bisa diberi tanggung jawab mengelola aset digital masyarakat ? Jika ia baru melamar sebagai ASN dan akun kredensialnya bocor, ada baiknya hal ini dijadikan sebagai salah satu pertimbangan.

Salam,
Alfons Tanujaya

[email protected]


PT. Vaksincom
Jl. R.P. Soeroso 7AA
Cikini

Jakarta 10330
Ph : 021 3190 3800


Website : https://www.vaksin.com
Fanpage :
www.facebook.com/vaksincom
Twitter : @vaksincom

Vaksincom Security Blog

Banner Hari Patch Sedunia: celah PHP2Shell CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619 pada PHP, daftar vers
By Alfons Tanujaya • October 23, 2026
PHP2Shell, dua celah kritis skor 9,2 di inti PHP, membuat server bisa diambil alih tanpa login. Cek versi PHP yang rentan, versi aman, dan alasan server di-takedown.
Kunci CA eMudhra bocor: Edge menolak sertifikat situs uji dengan peringatan NET::ERR_CERT_REVOKED
By Alfons Tanujaya • October 22, 2026
Delapan kunci privat CA eMudhra bocor dan bisa dihitung ulang siapa saja. Situs bank palsu bisa tampil dengan gembok. Ini risikonya dan yang harus Anda lakukan.
Situs BNI palsu berumur 4 jam meminta OTP pembatalan, jejak penipunya sejak April 2025
By Alfons Tanujaya • October 19, 2026
Penipu mengaku CS BNI mengirim SMS palsu berisi link situs phishing berumur 4 jam yang meminta "OTP pembatalan". Vaksincom bongkar modus & jejaknya sejak April 2025.
Ilustrasi kartu kredit dan kode QRIS untuk artikel kartu kredit dibobol lewat DANA QR tanpa OTP
By Alfons Tanujaya • September 22, 2026
Transaksi "DANA QR" misterius muncul di tagihan kartu kredit, sebagian tanpa OTP. Vaksincom mengurai modusnya, dugaan sumber kebocoran, dan langkah korban.
Halaman RansomHouse yang memuat Pertamina sebagai korban kebocoran data unit kilang
By Alfons Tanujaya • September 20, 2026
RansomHouse membocorkan lebih dari 6 GB data unit kilang Pertamina dari setidaknya 9 divisi. Data pensiunan, karyawan, dan vendor ikut terekspos. Analisa Vaksincom.
Ekstensi Chrome CRM WhatsApp yang membajak sesi WhatsApp Web untuk mengirim spam
By Alfons Tanujaya • August 13, 2026
Pesan judol terkirim dari akun sendiri tapi tak muncul di HP? Pelakunya ekstensi Chrome "CRM WhatsApp" yang membajak sesi WhatsApp Web. Ini cara mengatasinya.
Artikel Lainnya