Antivirus vs Ransomware

Alfons Tanujaya • May 11, 2023

Menyusuri Jalan Terjal Perlindungan Data

Tidak Ada Anti Virus yang Dapat Menjamin Ancaman Ransomware, Bagaimana Cara Mengatasinya? Begini Penjelasannya! - FAJAR

BSI Kena Serangan Ransomeware? Pakar Siber: Hacker Biasanya Minta Tebusan - Bisnis Tempo.co


Pertempuran antivirus melawan virus / malware ibarat pertempuran antara kebaikan dengan kejahatan, antara penegak hukum dengan pelanggar hukum. Dan harus disadari bahwa teknologi ibarat pistol yang dapat digunakan sesuai kemauan pemakainya. Dapat digunakan untuk melakukan melanggar atau menegakkan hukum. Dan ketika penegak hukum berhadapan dengan pelanggar hukum, tidak ada jaminan kalau penegak hukum akan menang, yang menang adalah yang paling pintar memanfaatkan teknologi. Hal ini terlihat dari maraknya group ransomware memanfaatkan perkembangan teknologi sehingga keberadaan mereka sulit dilacak oleh penegak hukum. Adanya uang kripto, enkripsi dan TOR (the onion router) memberikan kondisi yang sempurna untuk aksi kejahatan pemerasan memanfaatkan teknologi dimana kriminal yang menyamarkan jejaknya dengan TOR akan mengenkripsi data penting korbannya dengan teknologi enkripsi dan meminta uang tebusan yang dibayar menggunakan mata uang kripto sehingga sulit dilacak pihak berwenang. Bahkan ketika korbannya menolak membayar uang tebusan, mereka kembali menggunakan TOR untuk mempublikasikan dan menyebarkan data sensitif dari korbannya ke publik.

 

Ransomware ketika menjalankan aksinya, akan berusaha semaksimal mungkin mengenkripsi data penting, backup dan sistem penting yang bertujuan mengganggu jalannya perusahaan sehingga mau tidak mau korbannya akan membayar uang tebusan yang diminta demi kelangsungan operasional perusahaan. Jika layanan perusahaan terhenti dengan down time yang tidak wajar dimana seharusnya maksimal hanya down beberapa jam tetapi mengalami gangguan sampai lebih dari 1 hari kerja, maka patut dicurigai adanya hal yang sangat serius terjadi pada layanan tersebut dan salah satu kemungkinan diera digital ini adalah karena aksi ransomware.

 

Penegak hukum bukan tidak menjalankan tugasnya dalam menangkap dan mengidentifikasi ransomware, tetapi karena adanya keuntungan menggiurkan dari bisnis ransomware ini membuat banyak pihak berlomba memanfaatkan ransomware guna mendapatkan keuntungan finansial. Banyak organisasi pembuat ransomware yang berhasil di lacak dan dihentikan aksinya seperti Hive yang baru-baru ini berhasil diidentifikasi dan dihentikan oleh FBI bekerjasama dengan Europol dan penegak hukum lain. FBI yang berhasil melakukan penetrasi pada sistem Hive sejak pertengahan tahun 2022 bahkan diam-diam memberikan kunci dekripsi kepada ratusan korban Hive (lihat gambar 1)

Gambar 1, Situs ransomware Hive yang diambilalih penegak hukum

Antivirus secara teknis akan sangat sulit melawan Ransomware karena perkembangan teknologi malware yang sudah sedemikian rumit dimana satu malware yang sama akan sulit di deteksi karena dapat dibungkus dengan berbagai macam teknik kompilasi yang berbeda, perubahan coding yang diubah sedikit saja sudah akan membuat malware tidak terdeteksi.

Karena itu mengandalkan perlindungan antivirus, apapun mereknya, apapun klaimnya, namun faktanya tidak ada yang dapat menjamin melindungi secara total dari ancaman ransomware. Tidak ada satupun antivirus di dunia yang berani memberikan jaminan bahwa sistem yang dilindunginya akan 100 % aman dari serangan ransomware ke depannya.

 

Satu-satunya cara yang bisa menjamin keamanan dari serangan ransomware adalah mitigasi yang benar dan persiapan yang baik andaikan di serang ransomware.

Melakukan pertahanan dari serangan ransomware tentu harus dilakukan seperti mempertahankan benteng dari serangan musuh yang bisa datang setiap saat. Administrator harus melakukan patching otomatis atas semua software dan hardware yang digunakan dengan disiplin. Menggunakan perlindungan terbaik seperti firewall yang diamankan dengan kebijakan yang konservatif dan memisahkan DMZ dengan intranet. Membatasi user dalam intranet yang memiliki data kritikal untuk mengkases internet guna mencegah kebocoran jaringan dari kelemahan user yang biasanya menjadi titik lemah utama dan sasaran utama eksploitasi peretas. Namun, sekalipun semua usaha sudah dilakukan, tetap saja ransomware masih bisa menembus pertahanan. Tidak percaya ? Tanyakan kepada administrator dari perusahaan besar seperti Cognizant, Accenture, Campbell Conroy & Oneil atau Jetstar yang pernah menjadi korban ransomware. Apakah karena mereka kekurangan uang dan tidak menggunakan program antivirus terbaik ? Atau sudah menggunakan program antivirus yang terkenal, mahal namun tetap menjadi korban ransomware ? Banyak perusahaan besar Indonesia yang turut menjadi korban ransomware seperti lembaga dan kementerian pemerintah, perusahaan tambang sampai otomotif terbesar juga turut menjadi korban keganasan ransomware.

Jawabannya jelas bukan karena mereka tidak mampu membeli program perlindungan untuk melindungi data mereka dari serangan ransomware, namun memang faktanya ransomware yang menyerang mampu menembus perlindungan dan tidak ada satupun produk sekuriti yang mampu mengamankan sistem 100 % dari serangan ransomware karena banyak ransomware canggih yang dijalankan secara manual oleh operator yang sangat berpengalaman mencari kelemahan sistem yang diincarnya.

 

Implementasi dan kebijakan perlindungan data yang disiplin menjadi kunci utama melindungi data dari serangan ransomware. Ibarat prajurit komando yang hanya berbekal pisau bisa mengalahkan musuh dengan senjata api, hal ini dimungkinkan karena prajurit tersebut sudah sangat terlatih menggunakan pisaunya dengan sangat baik. Jika anda memilih perlindungan sekuriti, jangan dilihat dari mereknya saja tetapi dari layanan support dan implementasi perlindungan yang diberikan. Bagaimana penyedia layanan memberikan perlindungan dan bukti logis apa yang diberikan bahwa data anda tetap akan selamat sekalipun berhasil dienkripsi oleh ransomware. Sudah berapa lama vendor tersebut menjalankan usahanya dan layanan seperti apa yang diberikan untuk melindungi anda. Apakah ada support on-site yang handal ketika anda mengalami masalah atau malah anda dilempar kepada support di luar negeri.

Bukti apa yang diberikan bahwa ketika sitem anda terenkripsi ransomware, data anda masih bisa dikembalikan dalam bilangan detik. Hal-hal seperti itu yang harus diperhatikan dan menjadi pertimbangan utama dalam melindungi sistem anda dari serangan malware dan ransomware terus berevolusi.

 

Perlindungan data dan backup satu arah dan tidak bisa diakses atau dihancurkan karena di proteksi dengan verifikasi kredensial dan TFA seperti Vaksin Protect dan cold backup. Implementasi backup yang berjalan baik dan bisa mengembalikan data penting saat diperlukan, jangan melakukan backup tetapi ketika dibutuhkan malah tidak bisa berfungsi atau terbackup dengan baik ke cloud namun karena besarnya data yang di backup, membutuhkan waktu sangat panjang untuk mengunduh data dalam jumlah besar berukuran Terabite yang di backup.

 

Implementasi dan support merupakan satu pertimbangan penting dalam memutuskan untuk membeli perlindungan sekuriti dan antivirus. Jangan terlena oleh nama besar yang sering anda dengar dan merasa aman hanya karena sudah menggunakan produk dengan merek terkenal namun lemah dalam implementasi. Ingat, sekuriti bukan produk tetapi : Security is a Process.


Salam,
Alfons Tanujaya

[email protected]


PT. Vaksincom
Jl. R.P. Soeroso 7AA
Cikini

Jakarta 10330
Ph : 021 3190 3800


Website : https://www.vaksin.com
Fanpage :
www.facebook.com/vaksincom

Youtube :  https://www.youtube.com/@alfonstan3090
Twitter : @vaksincom

Vaksincom Security Blog

Banner Hari Patch Sedunia: celah PHP2Shell CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619 pada PHP, daftar vers
By Alfons Tanujaya • October 23, 2026
PHP2Shell, dua celah kritis skor 9,2 di inti PHP, membuat server bisa diambil alih tanpa login. Cek versi PHP yang rentan, versi aman, dan alasan server di-takedown.
Kunci CA eMudhra bocor: Edge menolak sertifikat situs uji dengan peringatan NET::ERR_CERT_REVOKED
By Alfons Tanujaya • October 22, 2026
Delapan kunci privat CA eMudhra bocor dan bisa dihitung ulang siapa saja. Situs bank palsu bisa tampil dengan gembok. Ini risikonya dan yang harus Anda lakukan.
Situs BNI palsu berumur 4 jam meminta OTP pembatalan, jejak penipunya sejak April 2025
By Alfons Tanujaya • October 19, 2026
Penipu mengaku CS BNI mengirim SMS palsu berisi link situs phishing berumur 4 jam yang meminta "OTP pembatalan". Vaksincom bongkar modus & jejaknya sejak April 2025.
Ilustrasi kartu kredit dan kode QRIS untuk artikel kartu kredit dibobol lewat DANA QR tanpa OTP
By Alfons Tanujaya • September 22, 2026
Transaksi "DANA QR" misterius muncul di tagihan kartu kredit, sebagian tanpa OTP. Vaksincom mengurai modusnya, dugaan sumber kebocoran, dan langkah korban.
Halaman RansomHouse yang memuat Pertamina sebagai korban kebocoran data unit kilang
By Alfons Tanujaya • September 20, 2026
RansomHouse membocorkan lebih dari 6 GB data unit kilang Pertamina dari setidaknya 9 divisi. Data pensiunan, karyawan, dan vendor ikut terekspos. Analisa Vaksincom.
Ekstensi Chrome CRM WhatsApp yang membajak sesi WhatsApp Web untuk mengirim spam
By Alfons Tanujaya • August 13, 2026
Pesan judol terkirim dari akun sendiri tapi tak muncul di HP? Pelakunya ekstensi Chrome "CRM WhatsApp" yang membajak sesi WhatsApp Web. Ini cara mengatasinya.
Artikel Lainnya